Jamaah Haji Lamongan 2026 Membludak, Pak Yes: Bukti Ekonomi Masyarakat Meningkat

oleh
oleh
Bus pengangkut rombongan CJH dari Lamongan

Lamongan, petisi.co – Pemerintah Kabupaten Lamongan secara resmi mulai memberangkatkan ribuan jamaah haji tahun 1447 H / 2026 M. Prosesi pemberangkatan kloter awal dilepas langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Pendopo Lokatantra pada Rabu (29/4) pagi.

Pemberangkatan tahun ini menandai peningkatan signifikan jumlah jamaah asal Kabupaten Lamongan. Sebanyak lima kloter dijadwalkan berangkat pada hari pertama dari total delapan kloter yang telah disiapkan.

Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Lokatantra saat Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut memberangkatkan jamaah yang tergabung dalam Kloter 30 dan Kloter 31. Secara bertahap, lima kloter diberangkatkan sepanjang Rabu hingga malam hari, disusul dua kloter pada hari Kamis, dan satu kloter pamungkas pada hari Jumat.

Bupati menekankan bahwa keberangkatan ini adalah buah dari kesabaran para jamaah dalam menanti panggilan ke Tanah Suci. Beliau juga menyoroti aspek ekonomi di balik meningkatnya jumlah pendaftar.

“Hari ini adalah hari yang dinantikan, panggilan Allah SWT akhirnya terlaksana. Semoga seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sebagaimana harapan kita bersama,” ujar Pak Yes.

“Alhamdulillah, tahun ini jamaah haji Lamongan meningkat hampir seribu jamaah. Ini menjadi tanda kemakmuran masyarakat Lamongan yang patut kita syukuri bersama,” tambahnya.

Kepala Kantor Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur menjelaskan detail teknis mengenai jumlah personil, pembagian kloter, serta skema pelayanan khusus bagi kelompok rentan.

“Pemerintah mengusung tagline ‘Haji Ramah Lansia, Haji Ramah Disabilitas, dan Haji Ramah Perempuan’. Kami juga menerapkan skema murur (langsung ke Mina tanpa bermalam di Muzdalifah) dan tanazul (kembali ke hotel tanpa menginap di Mina) untuk jamaah kategori tertentu,” jelas Abdul Ghofur.

Total Jamaah sebanyak 2.758 orang dengan komposisi 1.247 Laki-laki / 1.511 Perempuan dan akan diberangkatkan dalam 8 Kloter (Kloter 30 – 37).
Tercatat, dari ribuan jamaah haji, jamaah tertua
Mujiono bin Purwo (90 th) asal Kec. Kedungpring dan jamaah termuda bernama Najwa Amelia binti Nur Huda (17 th) dari – Kec. Solokuro.

Untuk memastikan ibadah berjalan khusyuk, Pemkab dan Kemenag mengerahkan total 44 petugas lapangan, yang terdiri dari:
PPIH: 13 orang, Tenaga Kesehatan (TKHK): 13 orang, Petugas Haji Daerah (PHD): 8 orang dan Pembimbing Ibadah (KBIHU): 10 orang. (yus)

No More Posts Available.

No more pages to load.