Petisi
Koramil 0830/06 Benowo menggelar kegiatan Bin Mitra Karib TW IV Semester II TA. 2018.
PERISTIWA

“Jangan Mudah Dihasut dan Diadu Domba Berita Hoax”

Danramil Benowo saat Bin Mitra Karib

SURABAYA, PETISI.CO –  Koramil 0830/06 Benowo menggelar kegiatan Bin Mitra Karib TW IV Semester II TA. 2018. Kegiatan tersebut bertema TNI AD Melalui pembinaan Peta jarak jaring Teritorial siap menjaga dan mewujudkan stabilitas ketahanan wilayah guna mempererat ke-Bhineka Tunggal Ika-an, agar tetap terjaganya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Markas Komando Koramil 0830/06 Benowo, Minggu (2/12/2018) pukul 16.00 wib. Acara dihadiri sekitar 50 orang undangan dari tokoh masyarakat yang berada di dua kecamatan, yaitu, Kecamatan Pakal dan Kecamatan Benowo Surabaya. Selain itu hadir juga para siswa siswi pramuka dari SMA/SMK Wijaya Putra.

Dalam sambutannya Komandan Koramil 0830/06 Benowo Mayor Inf. Hendi Eko Yono, mengucapkan, terima kasih kepada para undangan. Yaitu, Ketua RT, Ketua RW, LPMK, Tomas, Toga dan warga masyarakat.

Ditengah sambutannya, Danramil 0830/06 Benowo juga mengisahkan perjalanan kariernya. Dinas pertama pada Tahun 1984 di Surabaya selama 10 tahun, selanjutnya pindah tugas ke Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan), yaitu, di Muara inim, Sorong dan Palembang, terus pindah lagi ke Tanjung Karang, ke Lampung Utara selama 15 tahun.

“Jadi hampir seluruh Sumbangseh saya hafal, namun setelah kembali lagi ke Surabaya ini saya remeng-remeng bingung jalannya,” ujar Perwira TNI kelahiran kota Mojokerto ini.

Dirinya mengaku bahwa baru empat bulan di Koramil 0830/06 Benowo Kodim Surabaya Utara, sebelumnya Danramil Lakarsantri selama 3 tahun wilayah Kodim Surabaya Selatan, dan sebelum di Lakarsantri di Rindam (tempat pendidikan menjadi TNI) selama 2 tahun, sebelumnya lagi di Kodim Surabaya Timur, dan sebelum di Kodim ST, di Korem Mojokerto selama 4 tahun.

Danraml Benowo foto bersama undangan.

Selain itu, perwira TNI berpangkat Mayor tersebut, mengajak kepada seluruh tokoh, untuk turut dalam menjaga keutuhan NKRI dari rong –  rongan pihak asing, yang mana saat ini sudah mulai masuk ke negara kita melalui medsos, narkoba dan lainnya.

“Sebelum saya melanjutkan sambutan ini, saya mau bertanya terlebih dulu kepada bapak – bapak, apakah semua masih cinta dengan Indonesia,” tanya Danramil.

Tak ayal, seluruh para undangan menjawab dengan lantang, “Masih cinta dan NKRI harga mati,” teriak para tokoh masyarakat.

Kita harus berbangga, lanjut Danramil, harus bersyukur karena dilahirkan di Indonesia. Karena Negara Indonesia ini adalah negara yang diridho’i oleh Allah SWT (Rohmatan lilalamin), di Alqur’an disebutkan bahwa ada negara diatas angin yang nantinya akan mengeluarkan banyak para ulama.

Jadi negara kita ini yang kita rasakan itu awalnya, ndak semudah seperti apa yang kita bayangkan, selama 350 tahun kita dijajah oleh orang asing, baik Belanda, Inggris dan Portugis.

Bangsa kita selama berjuang 350 tahun itu tidak pernah berhasil, karena sama mereka sengaja dibuat sekat atau dipisah – pisah dan setelah itu diadu domba, akhirnya selama itu kita tidak bisa merdeka karena tidak dapat bersatu.

“Ini adalah sejarah, kita harus mengerti sejarah ini, kemaren saya sempat bertanya kepada anak – anak banyak yang tidak tau sejarah, karena hal itu sudah diprogram oleh kelompok orang yang ingin menghancurkan negara kita,” ungkap Hendi.

Menurutnya, program tersebut baru terlaksana mulai tahun 1998 yaitu reformasi. Saat itu saya berada di Palembang, namun seluruh Indonesia mulai dari Sabang sampai Maroke terbakar pukul 18.00 wib, itu adalah keberhasilan orang yang mengatur.

“Siapa yang mengatur, yang kita dengar adalah 9 Naga ya orang asing ini, yang mempunyai kekuatan bisa mengatur, mempengaruhi mulai dari pejabat sampai ke bawah,” jelasnya.

Masih Hendi, padahal kita merdeka itu susah sekali, bapak saya dulu pejuang PETA (Pembela Tanah Air) perang kemerdekaan yang pertama, kedua, ketiga, perang gerilya bersama pak Karno dan Jendral Sudirman, pernah dihajar tembakan dari atas pesawat, mulai dari kedung cowek lari sampai ke Dawar Blandong, Jombang, Kertosono, hingga masuk kesini Surabaya.

“Satu – satunya negara yang berperang sampai ada dua orang Jenderal Inggris meninggal, ya di Surabaya ini di tempat atau negara lain ndak ada, hanya di Surabaya ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kita semua ini adalah meiliki darah pahlawan dan saya yakini darah kita berkobar – kobar membara didalam tubuh kita. Bersatunya selama 17 tahun setelah adanya Bung Tomo itulah, yang mengobarkan semangat dengan mengumpulkan pemuda di seluruh nusantara untuk menjadi satu dan berkumpul di Jakarta dan bersumpah yaitu adalah Sumpah Pemuda.

Oleh karena itu, jangan sampai kita ini dapat dipecah belah sama orang asing, kemudian pada saat perang kemerdekaan, dari dalam sendiri ada pemberontakan kelompok komunis yaitu PKI.

Komunis itu adalah satu bangsa yang tidak bertuhan, dan sedangkan negara kita 97% warga muslim, ideologi kita adalah Pancasila dan mereka menginginkan agar negara kita menjadi negara komunis yang tidak berketuhanan.

Sekarang orang – orang atau kelompok tersebut, tidak seperti yang dulu lagi, yaitu sekarang melalui medsos masuk kedalam melalui ideologi, sempat ada isu pada waktu lalu terkait status agama di KTP akan dihapus atau dihilangkan, apa maksudnya seperti itu, mereka juga bisa masuk melalui politik.

Kita harus waspada, jangan sampai kita ditipu lagi dengan berbagai cara untuk membuat negara kita dibawah mereka. Selain itu melalui ekonomi 80% dikuasai, dan sudah banyak yang dirubah artinya, undang – undang itu sudah banyak yang dirubah.

Selanjutnya, banyak hukum yang juga dimasuki, jaman dahulu tidak ada orang asing membeli tanah karena tidak diperbolehkan, tidak ada undang – undangnya hanya boleh kontrak atau sewa. Kalau sekarang bisa dibeli, kemudian mereka masuk mempengaruhi budaya, pelajaran sejarah di hapus, pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) juga dihapus.”Jadi banyak generasi kita yang ndak mengetahui tentang sejarah dan UUD 1945,” ucap Danramil.

Pihaknya menghimbau agar orang tua jangan terlalu sibuk dengan urusannya sendiri – sendiri, harus ada waktu untuk ngobrol atau berbicara dengan anak.

Mudah-mudahan nantinya mata pelajaran tersebut dapat dihidupkan kembali, memang sekarang ada pelajaran pancasila tapi hanya kulitnya saja, padahal negara kita ini negara besar. Bahkan kita pernah menguasai mongolia waktu kerajaan singosari dan mojopahit hancur karena bisa diadu domba.

“Oleh sebab itu mari sekarang kita bersama dan bersatu, jangan bercerai berai dan jangan mudah dihasut, diadu domba, melalui apapun baik itu lewat medsos, berita – berita hoax,” pungkasnya. (bah/mul)

terkait

Kegaduhan Jelang Pelantikan Sekda Bondowoso, Kepala BKD dan Saifullah Berpelukan

redaksi

Danrem Tinjau Latihan Posko I Kodim Tulungagung

redaksi

SATRIA Jagokan Prabowo Sebagai Presiden 2019

redaksi