SURABAYA, PETISI.CO – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim menggelar Jatim Fish and Marine Exhibition dan Pemecahan Rekor MURI penyajian 11.021 Bandeng Presto di Lapangan Timur Parkir Delta Plaza Surabaya, Jumat (15/11/2019).
Kegiatan tersebut bertujuan sebagai ajang promosi produk kelautan dan perikanan, baik skala UMKM maupun industri, membuka akses pasar, menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis kelautan dan perikanan serta meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.
Ariani Siregar, Senior Manager MURI, mengatakan, kepemimpinan Gubernur Khofifah telah beberapa kali mencatatkan rekor, mulai penyajian lele terbanyak, apel terbanyak dan mudik terbanyak. Kemudian disusul rekor terbaru pagi ini.
“Kami mengesahkan prestasi yang telah kami verifikasi pagi tadi berupa sajian bandeng terbanyak,” kata Ariani.
Rekor susulan tersebut berhasil menumbangkan Pemalang dan tercatat sebagai rekor ke 2921di Museum Rekor Indonesia. Melalui rekor ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat agar lebih banyak mengkonsumsi ikan untuk mengurangi stunting.
Khofifah mengungkapkan, produktivitas perikanan Jatim terus meningkat hingga mampu mendongkrak kontribusi PDRB Jatim. Salah satunya adalah tingginya permintaan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Semua itu, berkat dukungan berbagai inovasi industri perikanan.
“Seperti ekstrak ikan tuna bisa dijadikan coklat atau estrak ikan dicampur dengan kelor,” kata Khofifah usai menerima piagam.
Tekonologi dan jejaring untuk meningkatkan sektor perikanan sudah mulai diperkenalkan sejak awal berkampanye dengan program petik, olah, kemas, jual.
“Ajang ini turut memperkenalkan produk perikanan dari satu kota ke kota lain yang sudah advance secara hilirisasi petik, olah, kemas, jual,” tuturnya.
Jatim juga memperoleh tawaran suplai ikan patin luar negeri, salah satunya ke Jeddah, Arab Saudi. Namun, Gubernur melihat potensi Kabupaten Tulungagung sebagai penghasil patin terbaik dan terbesar di Indonesia belum tercukupi untuk kebutuhan ekspor.
Oleh sebab itu, Khofifah mengimbau Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim untuk berkomunikasi dengan daerah terdekat atau rumpun daerah selatan guna mengatasi peluang ekspor ikan patin di pasar internasional. Tantangan meluaskan budidaya ikan patin ini karena melihat pangsa pasar yang luar biasa.
Kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan Jawa Timur, Mohammad Gunawan Saleh mengatakan, selain untuk promosi produk perikanan, pemecahan rekor MURI sajian bandeng presto dijadikan pendongkrak semangat dalam meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Jatim.
Dia menjelaskan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Jatim disebut masih rendah. Pada 2018 lalu angkanya masih 36,82 kilogram per kapita per tahun. Hal itu jauh dari capaian secara nasional yang mencatat angka 50,69 kilogram per kapita per tahun.
Acara Jatim Fish and Marine Exhibition 2019 berlangsung hingga 17 November 2019 mendatang. Selain pemecahan rekor, event ini juga menjadi ajang pameran ikan dan hasil olahan laut dari kota/kabupaten di Jatim. Beberapa hasil olahan ikan dan laut yang dipamerkan di antaranya, dimsum ikan, rujak manis tuna, es rumput laut, sambal ikan, dan sambal udang.
Dengan kegiatan Jatim Fish and Marine Exhibition dan Pemecahan Rekor MURI Penyajian 11.021 Bandeng Presto, diharapkan transaksi yang dicapai bisa memberi nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat Jatim.(guh)





