PETISI.CO
Kampung Tangguh di RW 2, Desa Buduran, Sidoarjo.
PERISTIWA

Kampung Tangguh RW 2 Desa Buduran Dirikan Dapur Umum

SIDOARJO, PETISI.CO – Selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap II, tim Relawan Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayah RW 02 Desa Buduran mendirikan dapur umum dengan cara swadaya yang berlokasi di RT 05/RW 02, Desa Buduran, Kec Buduran, Kab Sidoarjo.

Dapur umum ini berfungsi untuk menyiapkan 300 nasi bungkus tiap harinya, untuk dibagi-bagikan kepada warga yang membutuhkan. Diantaranya warga kos pendatang yang tidak bisa pulang, warga lansia dan warga setempat, yang berprofesi supir taksi, pengemudi ojek online (ojol), dan karyawan yang sudah tidak bekerja lagi (dirumahkan).

“Kegiatan ini dilakukan secara swadaya dengan harapan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang terdampak Covid-19,” tutur Tri Agustiono, Ketua Koordinator Relawan RW 02 kepada petisi.co, Sabtu (23/05/2020) di lapangan RT 05/RW 02, Desa Buduran.

Kesibukan di Kampung Tangguh RW 2 Desa Buduran.

Dapur umum ini, lanjut Tri Agust, menerima bantuan logistik berupa bahan-bahan sembako dari masyarakat yang hendak berpartisipasi membantu. Bagi warga yang ingin berdonasi logistik dapat langsung menghubungi ketua tim Relawan RW 02 Desa Buduran.

Lebih lanjut diungkap Tri Agust mengatakan, selain adanya dapur umum juga ada posko Covid-19 yang melayani konsultasi terkait pandemi Covid-19. Kegiatan lainnya yaitu dilakukan penyemprotan disinfektan. Tri Agust berharap peran aktif dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan-aturan maupun arahan yang telah dibuat oleh Pemkab Sidoarjo, selama PSBB ini agar pencegahan penyebaran Covid-19 di Kab Sidoarjo dapat efektif. Sementara itu, Koordinator Dapur, Bunda Ningsih dari RT 06 menyampaikan rasa terimakasihnya kepada warga dan ibu PKK yang telah membantu berdirinya dapur umum ini.

“Kami berterimakasih kepada seluruh warga yang mampu ikut serta membantu terselenggaranya dapur umum ini untuk kebersamaan warga dan jaga warga,” ujarnya. Harapannya agar dapur umum ini menjadi contoh baik bagi warga Sidoarjo lainnya.

“Semoga dapur umum ini bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain dalam proses PSBB di Sidoarjo, karna ini sangat membantu,” ungkapnya. (try)

terkait

Kapolres: Lumajang Harus Lepas Dari Stigma “Kota Begal”

redaksi

Walikota Hadiri Pembukaan Konferensi IV Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Batu

redaksi

Datang ke Surabaya Secara Mendadak, Risma dan Terawan Keliling Pasar Genteng

redaksi