Sidoarjo, petisi.co – Sejak sepekan terakhir, Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sidoarjo mengalami kritis Kantong darah. Menipisnya ketersediaan stok, terjadi pada seluruh jenis golongan darah.
“Kritis stok Kantong darah terjadi sudah seminggu terakhir. Ada tiga komponen darah yang jumlah ketersediaannya turun tajam, yakni While Blood (WB), Packed Red Cell (PRC) dan Trombocyte (TC),” ungkap Drs. Moch Asyik Yusak, Ketua Bidang Donor Darah PMI Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (7/6/2025).
Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan abah Asyik mengatakan data UTD PMI Sidoarjo, per tanggal 7 Juni 2025, komponen darah TC berada diambang batas kegawatan tertinggi. Disusul WB dengan jumlah pada masing-masing golongan darah tidak lebih dari 26 kantong.
“Komponen darah trombosit jumlahnya menurun tajam hingga berada pada level merah. Seperti golongan darah A, komponen darah TC stoknya kosong atau nol. Berikutnya golongan darah AB TC-nya ada 5 kantong, kemudian golongan darah B hanya tersisa stok TC 6 kantong dan golongan darah O miliki stok TC sebanyak 28 kantong,” rincinya.
Abah Asyik menyebut menipisnya stok TC, WB maupun PRC di semua golongan darah saat ini, membuat pihaknya harus berupaya keras untuk mengimbangi tingginya permintaan kebutuhan darah.
“Permintaan komponen darah TC cukup tinggi, seiring dengan naik turunnya grafik pasien demam berdarah di sejumlah rumah sakit. Demikian pula WB dan PRC, jumlahnya dimasing-masing golongan juga rendah. Terutama darah B saat ini hanya ada 102 kantong dan AB stoknya tidak lebih dari 37 kantong darah,” terangnya.
Ia mengatakan kebutuhan stok darah, idealnya 1.000 kantong per hari. Dengan estimasi per golongan darah mendapat sumbangan dari pendonor sekitar 200 hingga 250 kantong per harinya.
“Jadi di kami, ketika stok 1.000 kantong aman. Kemudian turun menjadi 700 kantong masuk peringatan alarm dan jika hanya tersisa 600 kantong ke bawah sudah masuk kegawatan atau kritis,” harapnya.
Menipisnya stok darah ini, lanjutnya tidak hanya terjadi di UTD PMI Sidoarjo, namun juga dialami UTD di daerah lain. Salah satunya PMI Surabaya, yang kekurangan khususnya golongan darah A dan B.
“upaya mengatasi kekurangan stok darah untuk minta bantuan dari UTD daerah lain seperti Surabaya tidak kami lakukan. Karena kami tahu disana juga kritis stok darah. Maka opsi yang bisa kita lakukan yakni gencar mensosialisasikan gerakan pendonor sukarela,” ucapnya.
Abah Asyik menduga banyaknya hari libur di penghujung bulan Mei dan awal Juni 2025, menjadi penyebab menurunnya kegiatan donor darah. Sehingga ketersediaan Berkurang, sedangkan tambahan darah tidak ada.
“Penyebabnya banyak libur nasional. Seperti akhir Mei tanggal 29 libur keagamaan, 30 Mei cuti bersama, disambung libur 1 Juni dan 6 Juni. Sehingga otomatis banyak pendonor yang pulang kampung berdampak pada stok berkurang, sementara permintaan darah naik,” ulasnya.
Karenanya, kata dia, menyambut momen hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day (WBDD) yang diperingati setiap 14 Juni, UTD PMI Sidoarjo kembali gencar melakukan serangkaian kegiatan donor darah. WBDD 2025 mengusung tema Berikan Darah, Berikan Harapan, Bersama Kita Menyelamatkan Nyawa.
“Salah satunya, hari ini (7 Juni) kami mengadakan donor darah dalam rangka menyambut WBDD dengan memberikan apresiasi berupa paket sembako berisikan minyak goreng dan gula kepada 200 pendonor sukarela pertama,” beber Abah Asyik dengan senyum mengembang.
Untuk bisa menjadi pendonor sukarela, ada syarat yang harus diketahui yakni berusia minimal 17 tahun, berat badan minimal 47kg, kondisi sehat, istirahat cukup (minimal 4 jam sebelumnya), Hemoglobin (Hb) normal 12,5 – 17 g/dL, tensi 110-160 mmHg.
“Selain 6 syarat itu, jarak interval donor darah sebelumnya tidak boleh kurang dari 2 bulan serta lulus pemeriksaan sederhana oleh dokter PMI, ” urainya.
Selain mendatangi kantor UTD PMI Sidoarjo, pendonor sukarela juga bisa menyumbangkan darahnya ke bus keliling PMI Sidoarjo yang buka setiap hari dari pagi hingga sore di GOR Delta.
“Kantor kami terbuka melayani pendonor sukarela dari pagi sampai malam. Kalau bus keliling buka di sisi selatan stadion Delta Sidoarjo dari pagi hingga siang. Khusus Minggu mobile ke tempat keramaian sesuai jadwal yang telah ditentukan. Monggo masyarakat yang ingin berpartisipasi bisa cek informasi lengkapnya di instagram pmi.sidoarjo,” pungkas Abah Asyik. (luk)





