Petisi
Persatuan tetap harus terus digalakkan demi Kabupaten Sutibondo yang yang kondusif.
PEMERINTAHAN

Kapolres Situbondo Gelar Silaturahmi Ulama dan Umaro

SITUBONDO, PETISI.CO – Untuk menciptakan Pemilu yang aman, sejuk dan damai, Polres Situbondo melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama para ulama dan umaro se-Kabupaten Situbondo, di Gedung Tenis Indoor Polres Situbondo, Rabu (21/11/2018).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH, Ketua Pengadilan Negeri Toetik Ernawati S.H M.H, Kajari Situbondo Nur Slamet S.H M.H, Kasdim 0823 Mayor Kav Suprapto, para kapolsek dan jajaran, para Danramil dan jajaran, Forkopimda, Ketua KPU Situbondo, Pimp. Ponpes se-Kabupaten Situbondo, para Habaib, FKUB, Pimp. Ormas Islam Kabupaten Situbondo.

AKBP Awan Hariono SH.,S.I.K.,MH mengatakan,  bila  silaturahmi yang diadakan ini sebagai komunikasi langsung,  bertujuan  menciptakan keamanan dan ketertiban yang ada di Kabupaten Situbondo,  harus menjadi negeri Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman).

“Situbondo segala suatu bisa kita komunikasikan,  kalau kita sudah mempunyai satu menset dalam hati maupun dalam pikiran kita, para ulama semuanya para habaib sama-sama menginginkan rasa aman di Kabupaten Situbondo, sebesar apapun permasalahan bisa kita perkecil, sekecil apapun masalah bisa kita komunikasikan dengan baik dan diselesaikan.” jelas Kapolres

Kapolres dan ulama serta umaro selalu menjaga silaturahmi.

Sementara itu, Kajari Situbondo Nur Slamet SH mengapresiasi prakarsa dari Kapolres,  karena telah bisa mengumpulkan dan menyatukan dengan para ulama dan umaro untuk menciptakan kabupaten yang kondusif.

Kepala Pengadilan Negeri dalam sambutannya, menyampaikan, “Sebagai Kepala Kejaksaan, saya melihat bahwa kriminalitas di Situbondo semakin berkurang,  berarti Situbondo berhasil mewujudkan kondusifitas yang aman, apalagi kemarin kita mendapatkan WBK (wilayah bebas korupsi),” tandasnya.

Lebih lanjut Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH juga menambaih, bila salah satunya WBK (Wilayah Bebas Korupsi) menjadi percontohan untuk Kabupaten/Kota lain.

Mempunyai beberapa aplikasi-aplikasi yang kemudian bisa ditarik menjadi satu kesatuan,  tidak hanya di pemerintah kabupaten, apalagi ditambahi dengan instansi vertikal jadi kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Situbondo dan Rumah Tahanan bersama dengan pemerintah daerah ada dalam satu wilayah yang bersama-sama membangun wilayah bebas korupsi yang didukung oleh pemanfaatan IT yang canggih.

“Kejaksaan Negeri Situbondo dan Kejaksaan Negeri Surabaya yang sama-sama dinilai dan mempunyai keunggulan yang sama, itu artinya Situbondo boleh dikatakan kota kecil tapi punya semangat besar, sampai ke nasional dengan adanya program WBK,” ucap Dadang.(sun)

terkait

Buka 1.817 Formasi CPNS, Gubernur Jatim Wanti-Wanti Modus Penipuan

redaksi

Bupati Faida Pamerkan Potensi Lokal di Markas PBB

redaksi

Wujudkan Jember Sehat, Pemkab Berikan Kartu KIS

redaksi