Surabaya, petisi.co – Pabrik terhenti beroperasi akibat dana perusahaan tertahan di bank, Ratusan karyawan PT Pakerin kembali menggelar aksi di kawasan Embong Malang, Surabaya, Kamis, (8/1/2026).
Menurut Agus salah seorang perwakilan karyawan, unjuk rasa kembali disuarakan untuk menuntut Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) supaya segera mencairkan dana deposito perusahaan yang tersimpan di Bank Prima.
“Tujuan demo ini agar LPS secepatnya mencairkan dana deposito perusahaan supaya pabrik bisa hidup dan kembali operasional,” tegasnya.
Ia menyebut, dana deposito PT Pakerin di Bank Prima mencapai hampir Rp 1 triliun. Namun hingga kini dana tersebut belum bisa dicairkan, sehingga berdampak pada terhentinya operasional perusahaan dan ribuan pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kami mendesak LPS segera mengeluarkan minimal Rp250 miliar untuk biaya operasional agar perusahaan bisa berjalan dan karyawan kembali bekerja,” teriaknya ditengah orasi massa aksi.
Menurutnya, sekitar 2.000 karyawan terdampak akibat perusahaan tidak beroperasi. Aksi kali ini merupakan unjuk rasa kedelapan, setelah sebelumnya para pekerja menuntut pembayaran upah yang sempat tertunggak selama delapan bulan dan telah dibayarkan melalui Bank Prima.
Para karyawan juga mengklaim telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan LPS. OJK disebut telah menyampaikan bahwa dana operasional tersebut tersedia, namun masih terkendala pihak yang memiliki kewenangan hukum untuk mencairkannya.
“Terkait proses hukum, perwakilan karyawan menyatakan masih berjalan. Namun, struktur kepengurusan PT Pakerin mengacu pada AHU 2018 yang telah diakui dalam pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” tandasnya.
Para karyawan menegaskan akan terus melakukan aksi hingga ada kejelasan pencairan dana dan perusahaan kembali beroperasi. (luk)








