Petisi
Taufik Bawazier (kenakan jas) didampingi Dirut PT TPI Syamsunar menjawab pertanyaan wartawan.
EKONOMI

Kends UPVC Siap Bersaing di Pasaran Bebas

SEMARANG, PETISI.CO – Perdagangan pasar bebas, menuntut pelaku bisnis untuk terus meningkatkan kualitas produk guna bersaing dengan pelaku bisnis lainnnya.  Demikian juga yang kini dilakukan Kends UPVC yang terus melakukan peningkatan kualitas.

Saat ini, Kends UPVC pun telah mengantongi tanda sah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai rata-rata yang memuaskan. Yaitu sekitar 76 persen di setiap produknya.

Dengan kondisi tersebut, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi, Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Dr Ir Taufik Bawazir, M.Si  merasa optimis kalau Kends UPVC akan bisa mampu bersaing di pasaran bebas.

Dengan mengantongi tanda sah Tingkat Komponen Dalam Negeri  dengan nilai rata-rata sekitar 76 persen tersebut, membuat Taufik Bawazir optimis  Kends UPVC menang tender  dibanding UPVC impor.

Hal itu disampaikannya  Taufik Bawazier ketika membuka Bimtek SDM Industri UPVC dan Serah Terima Tanda Sah TKDN di pabrik Kends UPVC Kendal, Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, lonjakan nilai TKDN yang diperoleh Kends UPVC tahun ini, tidak bisa lepas dari peran serta seluruh karyawan.

“Apalagi perusahaan terus mengembangkan SDM dalam rangka menangkap inovasi-inovasi baru terkait kesiapannya menghadapi revolusi industri 4.0 dunia,” ujarnya.

Semua ini membuktikan, bahwa kinerja yang dicapai perusahaan sangat baik. “Dan manajemen mampu mengaplikasikan knowledge menjadi skill yang benar-benar kompetitif,” ungkapnya.

Taufik Bawazir juga  berpesan agar karyawan yang mendapat sertifikat profesi tidak lantas menjadi sombong.  “SDM memang penting untuk dikembangkan secara terus menerus, agar produktifitas tetap survival menghadapi revolusi industri 4.0 dunia. Dengan SDM yang memadai, ketepatan dan kecepatan industri lebih terjaga. Apalagi pemerintah telah menerbitkan TKDN yang bertujuan antara lain melindungi industri dalam negeri,” ujarnya.

Dikisahkan Taufik Bawazir,  revolusi industri pertama ditandai dengan hadirnya mesin uap yang mampu menggeser penggunaan tangan. Dan 100 tahun kemudian muncul listrik. Mesin uap tertinggal. Lalu komputerisasi di era tahun 1900 an.

“Kini, muncul kecanggihan infornasi teknologi yang seolah mensyaratkan semua elemen terhubung, sehingga kemauan dan kebutuhan konsumen terpenuhi dengan cepat, tidak stagnan,” ujarnya.

Sementara, Direktur Utama PT Terryham Proplas Indonesia, produsen Kends UPVC, mengatakan persoalan SDM menjadi salah satu faktor penentu maju mundurnya perusahaan. Sehingga perusahaan terus berusaha meningkatkan kemampuan karyawan di berbagai bidang.

Semua ini dilakukan, menurutnya,  untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

“Sudah 4 angkatan siswa SMK mengikuti diklat Kends UPVC. Dari produksi, perakitan sampai penghitungan, mereka kita ajari dalam kurun waktu sebulan,” jelasnya.

Diharapkan dengan Diklat itu, mampu melahirkan tanaga-tenaga inti untuk mengembangkan OPVC. Sehingga pelajar SMK yang dikirimkan, itu sudah klas 3 atau sesudah mengikuti ujian kelulusan nasional, sehingga langsung siap bekerja dan bergabung dengan perusahaan atau aplikator yang  membutuhkan.(kam)

terkait

Koperasi Citra Padma Harus Jadi Gerakan Produktif Pemberdayaan Perempuan

redaksi

BI Jember : Peredaran Uang di Masyarakat Tertinggi Terjadi Bulan Juni

redaksi

Stand Pemkab Jember Raih Juara I Pameran Jatim Fair

redaksi