Pelantikan Pengurus MUI Surabaya, Ketua Umum Merekomendasikan Beberapa Hal ke Pemerintah Kota Surabaya

oleh
oleh
Ketua Umum MUI Kota Surabaya Drs. KH. Muhaimin Ali (tengah) foto bersama jajaran pengurusnya

Surabaya, petisi.co – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya masa khidmat 2025-2030 secara resmi dikukuhkan pada Kamis 23 April 2026 di Gedung Sawunggaling Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jl. Jimerto Surabaya, dipimpin oleh Ketua Umum MUI Kota Surabaya Drs. KH Muhaimin Ali.

Acara dihadiri jajaran pejabat, baik dari pemerintahan maupun Ketua Ormas, diantaranya, Walikota, Kapolres, Dandim, Rektor Universitas, Kapolsek, Danramil, Camat, Kepala KUA, MUI Propinsi dan Pusat, Lurah, pimpinan media, Ketua Ormas Islam dan ratusan pengurus MUI Surabaya. Hal tersebut menandai dimulainya amanah barul kepengurusan.

Pembacaan ayat suci alquran oleh Ustadzah Elvysturrosidah, Qiroati terbaik tahun 2024

Prosesi pelantikan pengurus MUI, yaitu Drs. KH Muhaimin Ali secara resmi di kukuhkan sebagai Ketua Umum MUI Kota Surabaya masa khidmat 2025-2030. Setelah proses pengukuhan maka dilakukan baiat pengurus oleh MUI Jawa Timur, nantinya diharapkan terus menjadi pilar stabilitas dan penjaga bangsa serta memberikan solusi konkret terhadap masalah umat.

Usai pengukuhan ketua umum, wakil Ketua Umum, sekretaris Umum dan bendahara umum serta pengurus harian oleh MUI Jawa Timur, dilanjutjan dengan pelantikan pengurus komisi komisi dan anggota yang dikukuhkan oleh MUI Kota Surabaya berlangsung khidmat, dimana pengukuhan tersebut didasarkan hasil musyawarah MUI yang menetapkan susunan Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan untuk lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelantikan, Drs. KH. Syafiudin Rosyid M.Pd, menyampaikan, rasa terimakasih kepada segenap panitia dan juga seluruh undangan yang hadir.

“Kami atas nama panitia mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak ibu semua. Alhamdulillah, acara pelantikan pengurus MUI Kota Surabaya berjalan dengan sukses dan lancar, dihadiri oleh 570 undangan tidak ada kendala dan sukses. Mudah mudahan ada hikmah dan manfaatnya untuk MUI kedepan, menjadikan Surabaya menuju Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghafur,” ucap Ketua panitia pelantikan dan halal bi halal serta pengukuhan pengurus MUI Kota Surabaya masa khidmat 2025-2030.

Sambutan Wali Kota Surabaya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Didik, menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus MUI Kota Surabaya yang telah dilantik. Semoga amanah ini bisa dijalankan dengan penuh keihlasan dan tanggungjawab.

Pemerintah Kota Surabaya sangat menyadari bahwa peran MUI itu luar biasa penting, tidak hanya memberikan bimbingan keagamaan tapi menjaga suasana kota yang tetap adem rukun dan saling menghargai.

Menurutnya, Surabaya ini Kota yang besar, dinamis dengan masyarakatnya yang beragam, karena itu peran utama ulama sangatkah di butuhkan untuk menyematkan nilai nilai kebersamaan, toleransi dan keseimbangan dalam kehiduoan masyarakat.

“Melalui kesempatan halal bi halal ini saya ingin mengajak kita semua untuk terus mempererat silaturahmi, saling memaafkan, saling menguatkan dan tentu saja saling mendukung dalam membangun Kota Surabaya yang kita cintai ini, kedepan kami berharap sinergi antara pemerintah Kota Surabaya dan MUI bisa terus di tingkatkan, kita ingin membangun tidak hanya maju secara fisik tapi juga secara moral dan spiritual,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum MUI Kota Surabaya, Drs. KH. Muhaimin Ali, di temui usai acara mengatakan bahwa MUI Kota Surabaya kedepannya akan lebih meningkatkan lagi hubungan antara ulama dan umaro’ mulai tingkat Surabaya maupun tingkat kecamatan. Agar yang di pusat atau propinsi Jawa Timur dapat tembus di tingkat bawah.

“Karena ini sangat penting agar tidak terjadi stagnan antara pusat, propinsi, Kota dan kecamatan, untuk kerukunan umat islam di Kota Surabaya menjadi prioritas utama, karena dengan rukun damai maka kehidupan akan menjadi sejuk dan tentram,” Ujar Ketua Umum MUI Kota Surabaya.

Menurut Kiai Muhaimin, dengan begitu semua program dari pemerintah dan tokoh agama akan bisa dilaksanakan dengan baik, termasuk segala kegiatan kegiatan keagamaan, pendidikan serta pekerjaan dan sebagainya akan dapat berjalan dengan kondusif, manakala persatuan umat tergalang dengan baik dan bagus.

“Maka tentunya, kehidupan menjadi selaras dalam kebersamaan dan akan menciptakan ketenangan di semua pihak,” tegasnya.

“Pertanyaanya kenapa membangun MUI yang representatif, karena kantor MUI baik di pusat maupun di propinsi itu sudah luar biasa bangunannya. Nah, sedangkan di Surabaya ini adalah kota metropolitan kedua setelah Jakarta, namun kantornya masih kalah dengan yang ada di kabupaten/kota di Jawa Timur, semestinya seiring dengan kota metropolitan kantor ini lebih cantik lagi dan memadai, karena kantor MUI Kota Surabaya yang saat ini dirasa belum memadai,” ujar Ketua Umum MUI Kota Surabaya.

Ketua Umum MUI Kota Surabaya, KH. Muhaimin, menegaskan, jika nantinya kantor MUI Kota Surabaya sudah tertata lebih baik, insha allah akan lebih maju lagi, baik dilihat dengan fasilitas maupun kegiatannya.

“Karena tidak ada satu kegiatan yang berjalan tanpa di dukung dengan sarana dan prasarana. Kemudian di harapkan untuk membangun masjid agung, karena islam datang ke nusantara melalui pesisir Jawa yang dulu di pelabuhan Tuban lalu ke Gresik, dari situlah maka gelombang demi gelombang yang kemudian di pimpin wali Songo ini yang menghasilkan signifikan, sehingga kerajaan dan Kesultanan islam bisa berdiri dan di prakarsai oleh Raden Rahmatullah yaitu Sunan Ampel,” ungkap yai Muhaimin.

Sunan Ampel sendiri, lanjut Kiai Muhaimin, ada di Surabaya dan pesisir utara. Ketika  kerajaan islam sudah berdiri di bangunlah 4 hal, pertama gedung pemerintahan beserta lapangan untuk keumatan kehidupan, kedua masjid sebagai sarana ibadah untuk akhirat dan kuburan sebagai tempat terakhir bersemayam.

“Di Surabaya ini belum ada masjid agung sementara di pesisir utara atau kota/kabupaten sudah ada masjid agung, termasuk juga alun alun belum ada,” harap Ketua Umum MUI Kota Surabaya.

Selain itu, acara pelantikan dan halal bi halal MUI Kota Surabaya tersebut juga diisi dengan tausiyah di sampaikan oleh Wakil Ketua MUI Pusat Dr. KH. Marsudi Suhud M.BA, PH.D dan ditutup dengan do’a yang di bacakan oleh KH. Mas Sulaiman Nur.

Ditemui usai acara, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pimpinan Pusat, mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan MUI Kota Surabaya. Pada kesempatan tersebut pihaknya berpesan tiga hal kepada pengurus, diantaranya, mempelajari sejarah MUI, regulasi MUI dan islam wasathiyah.

“Kalau MUI sudah punya gagasan apa saja tentang islam wasathiyah, pasti endingnya MUI sangat konsen terhadap kemaslahatan umat manusia, karena itu satu satunya tauhid di Surabaya,” pungkas KH. Marsudi Suhud. (bah)

No More Posts Available.

No more pages to load.