Surabaya, petisi.co – Menyongsong datangnya tahun baru Masehi 2025 Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya menggelar khotmil qur’an dan doa bersama akhir tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia, khususnya Kota Surabaya yang dilaksanakan di Masjid Al Muhajirin Jl. Jimerto No 25-27 Komplek Pemerintah Kota Surabaya, Minggu (29/12/2024).
Sebanyak 268 undangan, di antaranya, Ketua Umum MUI Kota Surabaya KH. Abdul Muhit Murtadho dan Sekertaris Umum KH. Drs. Muhaimin Ali beserta pengurus MUI Kota Surabaya sebanyak 40 orang, pengurus MUI Kecamatan 3 (KSB) 99 orang, Kapolrestabes Surabaya diwakili Kasat Binmas Kompol Joes Indra SH, MH, Kapolres Tanjung Perak, Danrem 084/Bhaskara Jaya.
Sebelum mujahadah doa akhir 2024, terlebih dahulu dilaksanakan khotmil Qur’an didilanjutkan istiqosah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya diwakili Camat Genteng Aris Hilmi, berharap dengan dilaksanakan kegiatan khotmil Quran dan doa bersama, maka dapat membawa Kota Surabaya menjadi aman dan damai.
“Semoga dengan kegiatan ini dapat membawa Kota Surabaya kondusif, di jauhkan dari musibah dan bencana,” singkatnya.
Kapoleestabes Surabaya melalui Kasat Binmas Kompol Joes Indra SH, MH, mengatakan, khotmil qur’an menjelang akhir tahun ini semoga bisa menjadikan kota Surabaya damai, aman dan kondusif.
“Kami mewakili bapak Kapolrestabes Surabaya mengucapkan terimakasih atas dilaksanakannya khotmil Qur’an dan do’a bersama ini,” ungkapnya.
Sambutan dan tausiyah Ketua Umum MUI Kota Surabaya, disampaikan oleh Sekertaris Umum MUI Kota Surabaya KH. Drs. Muhaimin Ali, bahwa khotmil qur’an dan doa bersama dilakukan rutin setiap tahun sekali, yaitu mulai dari tingkat kecamatan se Kota Surabaya sudah melaksanakannya.
“Sementara untuk MUI Kota Surabaya, di laksanakan pada 29 Desember 2024, yaitu dengan tujuan agar semua yang ada di kecamatan bisa mengikutinya bersama Forkopimda, dan juga semua Ormas, parpol, tokoh agama serta tokoh masyarakat dapat berkumpul menjadi satu di Masjid Al Muhajirin Komplek Pemkot Surabaya ini,” jelas Kiai Muhaimin.
Kiai Muhaimin, menekankan, dengan bacaan Alquran dan istiqosah ini maka diharapkan akan mendapat safaat dari Alquran, sehingga Kota Surabaya akan tetap aman, tentram dan damai. Dimana tentunya berdo’a ini adalah untuk bangsa dan negara tanpa adanya batas, akan tetapi khususnya pada Kota Surabaya.
“Ke depan nanti kita akan tetap melaksanakan program program yang selama ini sudah dilakukan, yaitu yang ada di tahun 2024 kolaborasi antara pemkot dan MUI (ulama dan umaro). Terkait giat akan lebih di tingkatkan lagi, supaya hubungan tetap harmoni antara ulama umaro bisa terus terjaga dengan baik, karena pesan nabi negara dan bangsa akan tetap aman apabila keduanya ini bersatu untuk kepentingan umat, agama, bangsa dan negara,” tutur Sekretaris Umum MUI Kota Surabaya.
MUI Kota Surabaya, mengimbau, kepada umaro yaitu para pemimpin pemimpin formal yang ada di Kota Surabaya, hendaknya tetap meningkatkan hubungan harmonisasi dengan MUI Kota Surabaya dan MUI Surabaya juga akan menjaga hubungan yang baik ini dengan Pemkot Surabaya.
“Dengan begitu juga sampai tingkat kecamatan dan distrik yang ada di kelurahan di 31 kecamatan. Sehingga Surabaya ini yang dulunya terkenal majemuk, masih tetap dalam bingkai Kota yang aman terkendali dan berbau santri, karena Sunan Ampel itu ada di Surabaya,” pungkas Tokoh Ulama asal Gresik Jawa Timur ini.
Perlu diketahui, kegiatan khotmil Qur’an dan doa bersama telah dilaksanakan serentak oleh MUI tingkat Kecamatan se Kota Surabaya di 31 kecamatan, pada Jumat 27 Desember 2024. (bah)







