MUI Surabaya Imbau Masyarakat Sambut Tahun Baru 2026 Dengan Doa dan Keprihatinan

oleh
oleh
Jajaran pengurus harian MUI Kota Surabaya foto bersama

Surabaya, petisi.co — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya menggelar khotmil Qur’an dan doa bersama dalam rangka menutup akhir tahun 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 Masehi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk muhasabah serta ikhtiar memohon keselamatan bangsa dari berbagai cobaan dan musibah.

Acara yang digelar di Kantor MUI Kota Surabaya, Jalan Yasan Praja Nomor 20, Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan, Selasa (30/12/2025), dihadiri jajaran pengurus MUI Kota Surabaya serta unsur pemerintah dan aparat keamanan.

Pembacaan ayat suci Alqur’an oleh pengurus MUI Kota Surabaya

Hadir di antaranya Ketua Umum MUI Kota Surabaya Drs. KH. Muhaimin Ali, Sekretaris Umum Dr. KH. Moh. Imron Rosyadi, S.Ag., MH, Dewan Pertimbangan KH. Abdul Muhit Murtadhlo, perwakilan Kemenag Kota Surabaya, Camat dan Lurah Bubutan, Danramil Bubutan Mayor A. Fahrudin, serta perwakilan Polrestabes Surabaya AKBP Arifaini dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Akhmad Junaidi, SH.

Ketua Umum MUI Kota Surabaya, Drs. KH. Muhaimin Ali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan khotmil Qur’an dan doa bersama ini rutin dilaksanakan setiap akhir tahun. Tujuannya untuk memohon rida Allah SWT atas perjalanan tahun yang telah dilalui serta pertolongan dan perlindungan di tahun yang akan datang.

“Harapannya, warga Kota Surabaya dijauhkan dari cobaan, bencana, dan musibah sebagaimana yang terjadi di beberapa daerah lain,” ujarnya.

Kiai Muhaimin, sebutan akrab Ketua MUI Surabaya, mengimbau masyarakat Surabaya agar menyambut Tahun Baru 2026, yaitu dengan meningkatkan doa dan keprihatinan, baik secara pribadi maupun bersama-sama di masjid, mushola, maupun di rumah masing-masing.

“Jangan menyambut tahun baru dengan hura-hura, seperti balap liar atau pesta kembang api yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum MUI Kota Surabaya, menegaskan, komitmen MUI Surabaya untuk terus memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam menata Kota Surabaya. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk menekan berbagai permasalahan sosial, seperti peredaran minuman keras, kenakalan remaja, tawuran, dan maraknya geng motor.

“Dengan khotmil Qur’an dan doa bersama ini, kami berharap Kota Surabaya menjadi kota yang aman dan tenteram, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.

Sementara, mewakili Kapolrestabes Surabaya, AKBP Arifaini, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, doa bersama sangatlah bermanfaat di tengah kondisi bangsa yang masih menghadapi berbagai ujian, termasuk bencana di wilayah Sumatra dan Aceh.

Pihaknya juga menyampaikan imbauan Kapolrestabes Surabaya, menjelang pergantian tahun agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban kota. Meski situasi Surabaya secara umum kondusif, pihak kepolisian mencatat masih adanya beberapa kasus, yaitu pencurian kendaraan bermotor dan balap liar.

“Pada malam pergantian tahun, kami akan berkolaborasi dengan TNI dan Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan pengamanan secara all out (maksimal),” katanya.

AKBP Arifaini berharap, pada Tahun 2026 mendatang, Surabaya khususnya dan Indonesia pada umumnya menjadi lebih baik serta dijauhkan dari segala bebcana dan mara bahaya.

Selain dipusatkan di Kantor MUI Kota Surabaya, kegiatan khotmil Qur’an dan doa bersama juga dilaksanakan secara serentak di 31 kecamatan se-Kota Surabaya melalui MUI di tingkat kecamatan. (bah) 

No More Posts Available.

No more pages to load.