Kediri, petisi.co – Pameran Seni Rupa Kolaborasi Ekspresi Guru dan Siswa menjadi wujud inisiatif kreatif komunitas Guru Mata Pelajaran Seni dan Budaya SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Kediri. Agenda tahunan ini bertujuan menjembatani ekspresi seni antara pendidik dan peserta didik sekaligus melestarikan budaya lokal.
Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (24/1/2026) di Gedung Teater dan Museum Wisata Gunung Kelud, Desa Margourip, Kecamatan Ngancar.
Pameran ini mengusung tema “Pameran Seni Rupa Kolaborasi Ekspresi Guru dan Siswa” dan menjadi ruang apresiasi bagi karya seni yang dihasilkan oleh guru dan siswa SMP se-Kabupaten Kediri.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Fadeli, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengenalkan pesona Gunung Kelud, tetapi juga menjadi sarana penguatan seni dan budaya di Kabupaten Kediri.
“Pengembangan seni di Kabupaten Kediri tidak lagi terbatas pada visual, tetapi mencakup seluruh aspek budaya sebagai representasi branding destinasi Kediri Berbudaya,” ujar Fadeli dalam sambutannya.
Ia menegaskan, pameran seni ini menjadi ajang pengembangan kreativitas dan bakat sejak usia dini serta bagian dari penguatan karakter anak bangsa.
Lebih lanjut, Fadeli menambahkan bahwa “Kediri Berbudaya” bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata pelestarian seni tari, kearifan lokal, dan nilai historis, khususnya kisah Panji, yang terintegrasi dalam ekosistem pariwisata.
Sementara itu, Ketua MGMP Seni Budaya SMP Kabupaten Kediri, Wahyu Nuryanti, S.Pd., menjelaskan bahwa pameran karya seni guru dan siswa ini merupakan wadah strategis untuk mengapresiasi kreativitas serta menumbuhkan semangat berbudaya.
“Kegiatan ini menjadi ajang komunikasi antara kreator dan apresiator, sekaligus hiburan yang memberikan nilai psikis dan spiritual,” jelasnya.
Menurut Wahyu, selain menampilkan pesona wisata Gunung Kelud, pameran ini juga memberi ruang bagi guru dan siswa untuk mengekspresikan hasil karya seni, sehingga mampu meningkatkan apresiasi terhadap seni budaya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para guru dalam mentransfer ilmu, serta memotivasi siswa agar lebih kreatif dan disiplin dalam berkarya dan belajar.
Salah satu peserta pameran, Vikri, siswa kelas IX SMPN 1 Plemahan, mengaku bangga dapat menampilkan karyanya dalam pameran tersebut.
“Saya berharap acara seperti ini tidak hanya digelar sekali. Kami sebagai siswa bisa berkolaborasi dengan sekolah lain di Kabupaten Kediri sehingga kreativitas siswa semakin berkembang,” pungkasnya. (bmb)








