Probolinggo, petisi.co – Konsul Jenderal (Konjen) Kedubes Australia Glen Askew meninjau diseminasi peraturan desa (Perdes) Inklusi di Desa Alassapi, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, diseminasi Perdes Inklusi Desa Alassapi ini diikuti oleh perwakilan pemerintah desa, perwakilan kelompok perempuan dan perwakilan kelompok disabilitas desa, pendamping lokal desa dan beberapa anggota organisasi disabilitas Sekabupaten Probolinggo.
Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan selama ini pemerintah daerah sudah ada kepedulian kepada para penyandang disabilitas dan kaum perempuan. Tetapi dengan adanya kepedulian dari Pemerintah Australia maka Pemerintah Kabupaten Probolinggo menjadi luar biasa.
“Selama ini sudah banyak yang kita lakukan kepada para penyandang disabilitas dan kaum perempuan di Kabupaten Probolinggo, terima kasih saya sampaikan kepada Pemerintah Australia kepedulian ini membuat kita termotivasi untuk terus secara inklusi memberikan hak yang sama kepada siapapun,” kata Ugas Irwanto.
Pj Bupati Ugas menambahkan, bahwa pada tahun 2025 mendatang pihaknya akan mengeluarkan instruksi bahwa seluruh wilayah desa di Kabupaten Probolinggo wajib memiliki Perdes Inklusi.
“Ini merupakan sebuah harapan dan secara bertahap akan kita lakukan, tadi kita lihat Desa Alassapi ini sebenarnya ada keikutsertaan dari dana desa dan kita tidak harus selalu tergantung kepada bantuan dari luar maupun pusat, tetapi desa bagaimana menggali potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Sementara Konjen Australia, Glen Askew mengungkapkan kegiatan KIAT-GESIT di Kabupaten Probolinggo bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat sipil dalam memberikan masukan mengenai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan pemeliharaan jalan.
“Kami memberikan penghargaan atas dukungan dari pemerintah daerah serta Pertuni dan Muslimat NU dalam mengadvokasi partisipasi perempuan dan kelompok penyandang disabilitas untuk yang inklusi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Glen Askew menyampaikan selama pelaksanaan KIAT-GESIT tahun 2022, Kabupaten Probolinggo memperlihatkan perubahan kebijakan yang sangat signifikan, termasuk Perda Infrastruktur yang inklusi, Perbup pengarusutamaan gender (PUG), pembentukan unit layanan disabilitas ketenagakerjaan (ULDK) di Disnaker serta Perdes Tentang Desa Inklusi.
“Desa Alassapi merupakan desa pertama yang mengesahkan Perdes Desa Inklusi, Ini merupakan komitmen dan pencapaian yang luar biasa dan Ini bagian sosialisasi desa inklusi dan melihat bagaimana perdes tersebut membawa perubahan yang baik di Desa Alassapi,” tuturnya. (reb)







