PETISI.CO
Rapat Pleno rekapitulasi penetapan penghitung suara tingkat kota di Hotel Singgasana Surabaya.
PILKADA

KPU Kota Surabaya Tunda Rapat Penetapan Rekapitulasi Hasil Suara

SURABAYA, PETISI.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya melakukan penundaan penetapan rekapitulasi suara tingkat Kota pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya.

Berdasarkan jadwal, agenda tersebut dilaksanakan selama dua hari, dimulai sejak hari Selasa 15 Desember 2020 hingga hari Rabu 16 Desember 2020.

Namun dikarenakan ada kendala teknis, maka pihak KPU Kota Surabaya memutuskan untuk melanjutkan kegiatan pada hari Kamis, 17 Desember 2020, pukul 11.00 WIB.

Ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi mengatakan, pihaknya masih hendak mencermati hasil tabulasi rekapitulasi.

Baca Juga :  Pilkada Serentak 2020, 14 Daerah di Jatim Berpotensi Diikuti Calon Perseorangan

Alasan lain, KPU ingin melakukan pencermatan hasil tabulasi rekapitulasi manual menggunakan perangkat di aplikasi Excel.

Kemudian, dari hasil tersebut akan dicocokan dengan aplikasi Sistem Aplikasi Rekapitulasi (Sirekap) dan dilaporkan ke KPU RI.

“Semua sudah selesai. Tinggal menunggu kami utnuk melakukan validasi sinkronisasi antara Microsoft Excel dengan Si Rekap. Pleno akan dilanjutkan besok Kamis (17/12) pukul 11 siang,” kata Syamsi seusai pelaksanaan rapat pleno di Hotel Singgasana, Surabaya, Rabu (16/12/2020) malam.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk memastikan valid tidaknya data jumlah suara, sehingga tidak terjadi kesalahan. “Harus Dipastikan datanya,” terangnya.

Baca Juga :  Fattah Jasin Bacalon Bupati Sumenep Dinilai Telah Melanggar Netralitas ASN

Selain itu, ia mengatakan jika penundaan ini dilakukan lantaran waktu yang sudah terlalu larut, ditambah lagi dengan adanya situasi pandemi.

“Pleno malam ini belum ditutup. Ini hanya break. Sudah malam dan di tengah pandemi, kami berharap semua tetap sehat, maka diputuskan untuk break,” imbuh Syamsi.

Di tempat yang sama, Komisioner KPU Surabaya, Penyelenggara Divisi Teknis Penyelenggaraan, Soeprayitno menambahkan, KPU sendiri harus melakukan sinkronisasi tabulasi Manuel dengan Sirekap dikarenakan ada perbedaan template di dua aplikasi tersebut.

Baca Juga :  135 Lokasi Perkantoran Sudah Dilakukan Asesmen oleh Satgas COVID-19 Kota Surabaya

Kemudian faktor signal atau jaringan internet juga berpengaruh pada proses upload data di Sirekap.

“Harus disandingkan. Template berbeda. Bisa jadi signal naik turun sehingga berdampak pada proses updating data si rekap. Harus pencermatan. Kalau template si rekap sesuai sama Excel lakan lebih mudah,” tandasnya. (nan)

terkait

Momentum Kartini, Relawan “KAreB’S” Harapkan Kerukunan Rakyat

redaksi

KPU Dharmasraya Umumkan Nomor Urut Calon Bupati dan Wakil Bupati

redaksi

Tim Advokasi KarSa Akan Tempuh Jalur Hukum

redaksi