Surabaya, petisi.co – Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang (OSO) menginstruksikan seluruh DPC-DPC untuk membentuk PAC dan Ranting hingga pertengahan 2026. Pada bulan 6 (Juni) 2026, DPC harus dapat menyelesaikan pembentukan ranting dan PAC.
Bilamana instruksi tersebut tidak dapat dijalankan DPC, OSO tidak segan-segan mengganti ketua DPC. “Jika tidak selesai, otomatis saya ganti. Masih ada yang mau bekerja keras untuk kepentingan ranting dan PAC,” tegasnya.
Instruksi tersebut, disampaikan OSO usai melantik kepengurusan DPD Partai Hanura Jatim 2025-2030 di Hotel Shangrila, Surabaya, Jumat (12/9). DPD Partai Hanura Jatim dipimpin oleh Sumarzen Marzuki yang terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Hanura Jatim pada awal Juli 2025 lalu.
Menurut OSO, menjadi pengurus bukan karena lambang atau keinginan mendapatkan tempat, tapi cinta dan bertanggungjawab kepada kepentingan rakyat yang kita jalankan. Suatu organisasi yang sudah berjanji, tapi tidak memenuhi janjinya kepada rakyat pasti ditinggal oleh rakyat.
“Kalau tidak percaya tanya ke partai-partai lain. Mereka kuat bagus. Mereka berhasil, saya bangga. Dan saya tidak marah. Sebaliknya, tentu mereka tidak marah kalau saya berhasil,” paparnya.
Oso mengingatkan Jatim adalah daerah panas yang mampu membangkitkan semangat juang. Karena, Jatim adalah daerah yang betul-betul tercatat sebagai daerah pejuang. “Kondisi itu yang membedakan dengan daerah lain. Ada Bung Tomo, itu track recordnya luar biasa,” ucapnya.
Ketua DPD Partai Hanura Jatim, Sumarzen Marzuki menambahkan dalam Pemilu 2029, Hanura Jatim telah menargetkan 1,3 juta suara atau 4 persen dari total jumlah pemilih di Jatim sebanyak 31,3 juta. Dengan perolehan suara itu, diyakini Hanura bisa meraih 5 kursi DPRD provinsi dan 62 kursi DPRD Kabupaten/Kota.
Untuk mewujudkan target tersebut, Sumarzen menyebut ada langkah-langkah strategis pemenangan pemilu yang harus dilakukan. Yang pertama, adalah konsolidasi internal dengan 38 DPC, membentuk 666 PAC di 2025 dan didorong terbentuknya ranting 26.
Kedua, rekrutmen kader-kader baru, baik mantan kader dan bahkan kader dari partai lain. “Tentunya dalam perekrutan kader ini tidak harus melalui seleksi, namun tetap selektif,” ucapnya.
Ketiga, mengikutsertakan kader-kader Hanura mengikuti pelatihan-pelatihan melalui Hanura Akademi. Keempat, memenuhi keabsahan dan verifikasi faktual partai di setiap tingkatan. Kelima, menjaga hubungan baik dengan penyelenggara pemilu. (bm)







