Latihan Bantuan Tembakan Terpadu TNI 2018 di Situbondo

oleh -68 Dilihat
oleh
Panglima TNI puas dengan hasil latgab di Situbondo.
-->

SITUBONDO, PETISI.CO – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Latihan Bantuan Tembakan Terpadu TNI 2018, selama dua hari pada tanggal 27 sampai 28 November 2018 yang digelar di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Kegiatan latihan bantuan tembakan itu sendiri disaksikan langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama seluruh Kepala Staf Angkatan TNI, Rabu (28/11/2018).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan, “Hari ini kita laksanakan latihan yang diselenggarakan oleh kodiklat tni dengan skenario besarnya adalah operasi darat gabungan,” kata Panglima TNI Hadi.

Kata Panglima, semua pelaksanaan latihan sudah berjalan dengan baik dengan memaksimalkan satu komando dari tiga angkatan. Masing-masing Angkatan mulai dari angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Ia menambahkan, “Semua bisa berjalan satu komando. Tidak mudah untuk menyatukan tiga kekuatan, kekuatan laut, udara dan darat. Semua berjalan dengan baik dan sesuai yang kita harapkan,” ucap Hadi.

Pelaksanaan Latihan Bantuan Tembakan Terpadu TNI 2018 bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan dan keterampilan prajurit TNI dalam melaksanakan prosedur bantuan tembakan. Dengan demikian diharapkan dapat memiliki kemampuan yang handal dalam menggunakan sarana bantuan tembakan yang tersedia untuk mendukung tugas Komando Gabungan TNI.

Selain itu, dalam latihan tersebut juga diujikan efektifitas dan akurasi senjata yang dimiliki TNI, baik dari darat dengan sejumlah senjata alat berat, maupun dari laut dengan bantuan tembakan melalui KRI serta bantuan tembakan dari udara pada satu titik koordinat yang telah ditentukan.

Pada Latihan Bantuan Tembakan Terpadu TNI 2018 ini dengan tema “Satuan Bantuan Tembakan Komando Gabungan TNI Menyelenggarakan Bantuan Tembakan Untuk Mendukung Keamanan Militer Guna Keberhasilan Tugas Operasi Komando Gabungan TNl Dalam Rangka Operasi Militer Perang”.

Dalam latihan itu melibatkan 1.427 prajurit TNI terdiri dari pelaku 440 prajurit TNI AD, 469 prajurit TNI AL, 193 prajurit TNI AU dan 75 prajurit Satkomplek TNI serta 250 personel penyelengara.dan didukung dengan AIutsista antara lain, Satu KRI Sultan Iskandar Muda 367, empat Pesawat Tempur F- 16, empat unit Pesawat Tempur Super Tucanno, dua unit Helly MI-35 Penerbad, satu unit Ml-17, satu unit HeIly Bell-412 Penerbad.

Kemudian alat berat TNI yang akan melaksanakan penembakan yaitu enam MO-81 Yonif 509, enam Pucuk Meriam Howitzer 105, enam Astros Artileri Medan 1/2 K, enam Meriam Caesar 155, tiga Pucuk Mortir 81, empat unit RM 70 Grad dan delapan How-105 Pasrat.(sun)

No More Posts Available.

No more pages to load.