PETISI.CO
Pemeriksaan identitas kependudukan kepada pengendara roda dua dan roda empat yang hendak masuk ke Kota Surabaya.
PERISTIWA

Lebaran Hari Pertama, Check Point Bundaran Waru Tindak Tegas Pengendara Tak Taat Aturan PSBB

SURABAYA, PETISI.CO – Pada lebaran hari pertama, Minggu (24/5/2020), para petugas yang berada di check point Bundaran Waru melakukan screening ketat. Yaitu berupa pemeriksaan identitas kependudukan kepada pengendara roda dua dan roda empat yang hendak masuk ke Kota Surabaya.

Pantauan petisi.co, sejumlah pengendara yang tidak mentaati peraturan diinstruksikan untuk memutar balikkan kendaraanya. Adanya hal tersebut berimbas munculnya penumpukan arus kendaraan bermotor di check point Bundaran Waru.

Aris Subakti, salah satu petugas dari Satpol PP Provinsi Jawa Timur mengatakan, masih banyak pengendara yang tidak taat aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah saat PSBB berjalan di Surabaya Raya.

“Pelanggaran masih banyak terkait PSBB ini, seperti boncengan tidak satu KK, tidak pakai masker, terus penumpang mobil yang melebihi kapasitas 50 persen,” ucap Aris saat ditemui di pos check point Bundaran Waru.

Petugas kepolisian yang sedang melakukan screening identitas kependudukan kepada seorang pengendara di Check Point Bundaran Waru.

Meski begitu, bagi warga luar kota yang dapat menunjukkan surat kerja atau memiliki kepentingan yang mendesak masih dapat diizinkan untuk memasuki Kota Surabaya.

Seperti yang dialami oleh Novita, seorang pegawai minimarket asal Sidoarjo ini masih tetap diizinkan masuk ke Surabaya, lantaran dapat menunjukkan surat izin bekerja.

“Saya dari Sidoarjo. Tadi ditanya keperluannya sama petugas terus saya nunjukkin surat kerja, terus diizinkan untuk jalan. Kerja di Alfamidi mas,” kata Novita saat diwawancarai setelah melakukan screening. (nan)

terkait

Pemkab Sijunjung Respon Keluhan Warga, Pasang PJU di Kamang Baru

redaksi

NGO Spektra Jatim Berikan TOT “Isi Piringku” Bersama Danone Tingkat SDM

redaksi

HUT Bhayangkara ke 73, Polres Sijunjung Gelar Upacara di Polsek Koto VII

redaksi