Surabaya, petisi.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan membantu merelokasi hunian terdampak longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek beberapa waktu lalu. Ada 12 rumah yang roboh dan akan dipindahkan.
Jumlah hunian yang direlokasi berpotensi bertambah. “Lahan untuk relokasi disiapkan pemkab. Kabarnya sudah ada yang disiapkan. Kami masih menunggu kajian dari lahan yang disiapkan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Jatim Satriyo Nurseno di Surabaya, Senin (9/6/2025).
Dia menyebut jika relokasi tidak bisa dilakukan secara ngawur. Sebab, seluruh pihak ingin lokasi baru aman. “Soal relokasi, telah dibentuk tim teknis yang bertugas melakukan kajian langsung di lokasi terdampak bencana. Tujuannya untuk memastikan jika lahan baru aman dari longsor,” jelasnya.
Seperti diketahui, bencana tanah longsor terjadi di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kab Trenggalek, Senin (19/5) lalu. Usai menerima laporan kejadian, BPBD Jatim langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian pada malam harinya untuk melakukan assessment.
Bersama Tim Gabungan dari BPBD Trenggalek, Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan, Selasa (20/5/2025) pagi, Tim BPBD Jatim mulai berjibaku membersihkan material longsor yang menutup akses jalan ke lokasi.
Guna melakukan percepatan penanganan, Tim Gabungan BPBD Jatim mengerahkan alat berat, termasuk dari OPD terkait di lingkungan Pemkab Trenggalek. Titik tertinggi mahkota longsoran berada di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kec Bendungan.
Berdasar update laporan Pusdalops BPBD Jatim, sedikitnya 12 unit rumah terdampak tanah longsor dan 5 unit rumah lainnya tertimbun, yakni, 3 rumah di RT 16 dan 2 unit rumah di RT 15 RW 07 Dusun Kebonagung.
Sebanyak 26 warga (13 laki-laki, 13 perempuan) telah mengungsi di Paseban Desa Depok, dan 6 warga RT 16 juga dilaporkan hilang, yakni, Mesinem, Nitin, Tulus, Yatini, Yatemi dan Torik. Selain itu, sejumlah tiang listrik juga ditemukan roboh dan berakibat pada padamnya listrik.
Belum lama musibah longsor, kab Trenggalek kembali dilanda banjir. Sejumlah infrastruktur dikabarkan mengalami kerusakan. Pemprov Jatim turun tangan dengan menyiapkan anggaran khusus dari Belanja Tak Terduga (BTT).
Tim dari Pemprov Jatim sudah turun ke Trenggalek. Selain BPBD Jatim, ada pula petugas dari Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Jatim dan Dinas PU Bina Marga yang turun langsung melakukan peninjauan.
“Dua jembatan dan satu talud di jalan menuju Pantai Prigi juga rusak. Kami sudah berkoordinasi terkait penanganannya,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.
Dia menyebut jika kedua jembatan yang roboh berada di Desa Bangun, Kecamatan Munjungan. Posisinya penghubung jalan kabupaten. “Itu jalur alternatif ke Jalur Lintas Selatan (JLS). Makanya kami turun meninjau,” tandasnya.
Upaya penanganan dipastikan memakai dana BTT dari pemprov. Namun, prosesnya masih pengajuan. Termasuk berapa nilai yang diperlukan. (bm)







