Mahfud MD: Golput Untungkan Kaum Penjahat

oleh -40 Dilihat
oleh
Seminar #2019PilpresCeria di Hotel Garden Palace, Senin (17/8/2018).

SURABAYA, PETISI.CO – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menghimbau agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Pilihan Golput hanya akan menguntungkan kaum penjahat.

“Gunakan hak pilih sebaik-baiknya. Jangan Golput. Sebab, Golput itu untungkan kaum penjahat,” katanya dalam seminar #2019PilpresCeria di Hotel Garden Palace, Senin (17/8/2018).

Menurutnya, memilih atau tidak, Pemilu tetap berjalan. Karena itu, masyarakat harus memilih dengan cerdas. “Kita punya waktu sekitar tujuh bulan untuk menentukan pilihan,” ucapnya.

Pihaknya mendorong pada masyarakat untuk membuat neraca perbandingan. Neraca ini digunakan untuk mengukur pasangan calon presiden mana yang tingkat kebaikannya paling tinggi.

“Jika ingin menemukan pemimpin yang sempurna dan tidak ada keburukan sama sekali, dipastikan tidak ada. Saya juga akan menggunakan neraca perbandingan itu untuk memilih presiden,” tandasnya.

Tak hanya itu, Mahfud juga menghimbau masyarakat untuk menghentikan caci maki jelang Pilpres 2019 mendatang. Ini menyikapi banyaknya sikap dan perilaku masyarakat yang gemar mencemooh kelompok masyarakat lain yang berseberangan dukungan politik.

Pilpres, lanjutnya, hanya berlangsung lima tahun sekali. Sehingga, sangat disayangkan ketika harus diisi dengan hujatan, cacian, makian dan ujaran-ujaran kebencian lainnya.

“Mari gunakan Pemilu dengan senang hati. Jangan hanya karena dukung-mendukung lalu muncul perpecahan di masyarakat. Sangat disayangkan kalau itu harus terjadi,” kata pria yang namanya sempat mencuat sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Joko Widodo ini.

Dijelaskan, di dunia ini tidak ada satupun sistem pemerintahan yang baik. Bahkan demokrasi bukan merupakan sistem yang baik. Namun, dari sekian banyak sistem, demokrasi merupakan sistem yang keburukannya paling sedikit. Misalnya, oligarki, tirani dan beberapa sistem lainnya.

“Dalam demokrasi, kita berkesempatan memilih pemimpin. Dan harus ada pemimpin. Yang dipertaruhkan dalam Pemilu adalah Indonesia. Mari pilih pemimpin yang tingkat keburukannya paling sedikit,” kata pakar Hukum Tata Negara ini.

Selain Mahfud MD, seminar yang dimoderatori dosen ilmu politik Unibersitas Brawijaya, Dr. Faisal Aminuddin dan dihadiri Ketua PBNU sekaligus Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ini menghadirkan nara sumber ekonom Faisal Basri SE, tokoh Ulama Ustaz Yusuf Mansur. (bm)