Maksimalkan Potensi Pesisir Untuk Sejahterakan Masyarakat

oleh
Sekda Prov Jatim Di Dampingi Oleh Kadis DKP Prov Jatim, Dirjen PPL KKP Dalam Acara Konsultasi Publik Zona Wilayah Pesirir Di Hotel Oval

SURABAYA, PETISI.COIngin mengatur zona laut yang kita punya termasuk potensi isinya, Karena saat ini kita semua menyadari bahwa laut sangat luar biasa potensinya. Kalau  masalah wilayah dan kondisi laut yang besar dan luar biasa ini tidak segera diataur, maka potensi  tidak bisa maksimal digunakan  mensejahterakan  masyarakat yang ada disekitar wilayah pesisir atau pulau-pulau kecil yang ada. itu  bisa rusak dan sirna tanpa bekas.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekdaprov. Jatim DR. H. Sukardi,MM dideparan para wartawan seusai acara pembukaan Konsultasi Publik Rencana Zonasi Wilyah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Prov. Jatim  di Hotel Oval Surabaya, Selasa (9/5/2017).

Dikatakan,kalau diatur maka potensi itu akan sangat  luar biasa manfaatnya  utamanya bagi masyarakat yang ada di daerah tersebut. Karena merekalah yang akan menerima dan merasakan dampaknya langsung. Dan potensi  pesisir atau kepulauan itu akan menjadi jelas status hukumnya. Apalagi, kalau  ada investor yang masuk  juga akan semakin jelas perhitungannya.

Dan yang  sangat luar biasa lagi adalah kesejahteraan masyarakat pesisir dan kepulauan akan semakin  meningkat, mengapa?  Karena kemajuan  dan  kejelasan  aturan-aturan Zonasi ini akan membawa dampak yang sangat luar buiasa bagi kehidupan masyarakat sekitar wilayah pesisir dan kepulauan.

Selanjutnya Sukardi mengatakan, kalau didarat kita menanam dengan aneka macam tanaman atau tumbuhan yang kita inginkan. Dengan tujuan, selain daratan menjadi subur dan hijau, petanipun bisa mendapatkan penghasilan tambahan sebagai nilai tambah untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan. Di lautpun juga sama, yaitu kita bisa budidaya aneka macam ikan dan terumbu karang serta bisa membudidayakan rumput laut dengan tonase yang besar atapun yang berskala besar. Hasil yang didapat atau diperolehpun sangat luar biasa bila dibandingkan dengan hasil bercocok tanam didaratan.

Ia menambahakan, kalau sudah berhasil mengembangkan dan membudidayakan aneka macam ikan, maka masyarakat jatim tidak akan bingung  atau ramai kalau harga daging atau harga daging ayam naik. Mengapa? Sebab, hasil budidaya ikan disetiap kabupaten se Jatim yang sangat meluber dan banyak. “ Jadi, bingung kalau harga daging dan ayam naik. Makanlah dan konsumsilah ikan yang banyak agar anak- cucu kita tumbuh sehat, cerdas dan pintar karena tercukupi nilai gizinya,” jelanya.

“ Makan ikan lebih keren dibandingkan dengan banyak makan daging atau makan ayam. Makan daging masih banyak mengandung kolestrol yang mengakibatkan darah tinggi. Begitu juga dengan makan daging ayam, nanti bisa- bisa alergi. Tapi kalau kita membiasakan anak dan keluarga kita makan ikan, maka  anak dan keluarga kita tumbuh sehat dan bebas kolestrol. Sebab, ikan tidak mengakibatkan asam urat atau kolestrol,” tambahnya.

Sebelum mengakhiri penjelasannya, Sekadaprov. Jatim menambahkan, wilayah prov. Jatim terbagi menjadi  38 Kabupaten/Kota, dari jumlah tersebut ada sekitar 22 kabupaten yang wilayahnya berada di daerah pesisir dan kepulauan kecil- kecil di Jatim.Untuk itu, pagi ini Dinas Kelautan dan Perikanan ( Dislanprik) Prov. Jatim  mengadakan Konsultasi Publik Rencana Zona Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil Prov. Jatim tahun 2017.

Konsultasi Publik ini dimaksudkan untuk menjaring aspirasi masyarakat  mungkin ada saran, kritik, masukan  ataupun tanggapan serta dukungan yang bersifat membangun bukan sebaliknya.kritik membangun jauh lebih baik dari diam tpi dibelakang menjadi penghalang pembangunan. Sebab, bagaimanapun bentuknya uatu kebijakan akan jauh lebih baik dan lebih sempurna bila berasal dari banyak pemikir atau usulan yang positif dan membangun.

Konsultasi Publik Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil prov. Jatim ini diikuti 200 orang dari 22 kabupaten/Kota se jatim, dan Perguruan Tinggi, mahasiswa, Lembaga masyarakat serta Kepala SKPD dan masyarakat pesisir/kepulauan se jatim. (cah/dil)