PETISI.CO
Ketua NGO Yayasan Ujung Aspal Jawa Timur, Alex Yudawan sembari menunjukan suratnya.
PERISTIWA

NGO YUA Jatim Persoalkan Manajemen Sampah TPA Tlekung

BATU, PETISI.CO – Menyikapi adanya sampah yang menumpuk tentunya memiliki aroma bau busuk yang menyengat dan tidak menyenangkan, apalagi saat melewati kawasan tersebut, yang berada di Jl. Raya Tlekung, Kec. Junrejo, Kota Batu, Selasa (23/2/2021).

Kendati, baik sampah rumah tangga, sampah limbah, sampah sayuran dan yang lain, bau menyengat tersebut akan berdampak bagi kesehatan tubuh akibat mencium bau sampah secara terus menerus dan ini sangat berbahaya bagi anak kecil, terutama pada saluran pernafasan yang membuat daya tahan tubuh menjadi lemah.

Baca Juga :  Sensasi Latar Seni Winarto Ekram Gelar Umbul Dungo

Ketua Non Gaverment Organization (NGO), Yayasan Ujung Aspal (YUA), Jawa Timur yang diketuai Alex Yudawan menyatakan, selain itu kondisi air dibawah tanah dan air sungai yang berdekatan dengan lokasi pembuangan sampah sangat berpengaruh terhadap kesehatan ketika mengkonsumsi air tersebut karena air dari sampah masuk kedalam tanah menuju sungai dan mata air.

“Aroma bau sampah yang busuk dan menyengat dari TPA Tlekung saat ini menjadi polemik karena polusi bau dari sampah tersebut, hal ini seringkali terjadi terkait dengan fakta bahwa banyak warga masyarakat yang berdekatan atau yang sedang melintas, merasakan dengan jelas kehadiran bau busuk yang sangat menyengat, bau yang meganggu ini dihasilkan dari sampah yang tidak dikelolah dengan baik dan benar,” ucapnya.

Baca Juga :  Dinyatakan Lulus, 4 Siswa SMPN 01 Batu Peroleh Nilai Seratus

Lebih jauh, Alex menyatakan, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah memiliki maksud bahwa pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kwalitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2020 tentang pengelolaan sampah secara spesifik melaksanakan Pasal 23 ayat 2 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 adalah suatu kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan,” jelasnya.

Berdasarkan permasalahan di atas, Yayasan Ujung Aspal Propinsi Jawa Timur mendesak agar pihak Pemerintah Kota Batu segera bekerja memperbaiki sistim manajemen pengelolaan sampah dengan serius, baik dan benar. (iqb/eka)

terkait

Menangkal Virus Corona, DPC PKB Kabupaten Blitar Bagikan 50 Ribu Liter Disinfektan

redaksi

Kapolres Tulungagung Pimpin Upacara Sertijab Tiga Kapolsek

redaksi

Operasi Yustisi Covid-19 di Kecamatan Kauman Jaring 12 Pelanggar Tak Bermasker

redaksi
Open

Close