Petisi
Uji petik ubinan padi jenis M 70 D oleh PPL dan Petugas Statistik Pertanian
EKONOMI

Padi Bantuan HKTI Moeldoko Hasilkan 8,8 Ton Perhektar

DHARMASRAYA, PETISI.CO –  Padi jenis M 70 D yang benihnya berasal dari bantuan Ketua HKTI Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, hasil gabahnya mencapai 8,8 ton perhektar. Hasil ini membuat Kepala Dinas Pertanian Darisman tercengang.

Sejak pagi, PPL Piruko Wesi Arlen, SP sudah terlihat sibuk menyiapkan perlengkapan pengambilan ubinan (sampling untuk melihat produksi padi) di Kelompok Tani (Poktan) Handayani II,  Jorong Piruko Utara, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung.

Pengambilan ubinan yang disaksikan petugas statistik pertanian Kecamaran Kholiq Widiarto itu menghasilkan 8,8 ton perhektar. Hasil ini mencengangkan dan memecahkan rekor produktifitas gabah di Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, Rabu (01/04/2020).

Menurut Wesi, pihaknya melakukan sampling produksi atau yang populer disebut ubinan, seluas 2,5 M X 2,5 M. Lokasi ubinan ditetapkan secara acak sesuai SOP ubinan statistik.

Dari luas tersebut diperoleh hasil 5,5 Kg gabah kering panen. Jika dikonversi menjadi satu hektar, maka produksi padi jenis M 70 D yang benihnya berasal dari bantuan Ketua HKTI Jenderal Moeldoko, maka hasil gabahnya mencapai 8,8 ton.

Darisman, S.Si., MM kepala Dinas Pertanian

Tidak hanya Wesi yang gembira, seluruh jajaran PPL di BPP Sitiung pimpinan Novita Suswanti, S.PKP, MM bersama para anggota Poktan Handayani II juga bisa tertawa lebar lantaran hasil panen padi tahun ini naik dua kali lipat.

“Terbayar lunas jerih payah kami orang pertanian yang setiap hari mendampingi petani merawat tanaman padinya dari semai hingga ubinan,” tutur PPL berbadan subur itu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman, S.Si., MM mengaku tercengang dengan produksi gabah padi jenis M 70 D yang ditanam seluas 10 Hektar di Piruko Utara.

Tanaman yang benihnya berasal dari bantuan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Moeldoko itu benar benar unggul.

“Terima kasih Pak Moeldoko, terima kasih Pak Bupati, terima kasih jajaran Dinas Pertanian terutama PPL pendamping dan terima kasih kepada para petani yang terlibat dalam denfarm,” kata Darisman.

Menurut Darisman, hasil panen petani di Piruko Utara itu akan menjadi salah satu bagian dari kesiapan suplai pangan daerah menghadapi pandemi covid 19 di Kabupaten Dharmasraya.

“Kami tengah melakukan kampanye agar para petani yang sedang panen untuk tidak menjual gabah seluruhnya. Sisakan untuk stok keluarga. Kalaupun dijual usahakan dalam daerah saja, biar bisa menjadi stok pangan daerah,” kata Darisman tersenyum menunjukakan ekspresi kegembiraan. (gus/bdi*)

terkait

Polemik Telur Ayam ‘Dioxin’, Omset Pengusaha Bakery Turun 40%

redaksi

Kadin dan HIPMI harus Perhatikan Sektor UMKM

redaksi

Jelang Idul Fitri Bank Indonesia Kediri Siapkan Uang Pecahan Rp 7,2 Triliun

redaksi