Panggil Eksekutif, DPRD Lamongan Mintai Keterangan Penanganan Banjir

oleh
Rapat koordinasi Pimpinan DPRD Lamongan dan eksekutif.

LAMONGAN, PETISI.CO – Hampir bersamaan dengan kerja bakti yang dilakukan Pemkab Lamongan dengan pembersihan eceng gondok di Bengawan Jero, di tempat lain DPRD Lamongan panggil enam camat yang wilayahnya terendam banjir yakni Karanggeneng, Kalitengah, Deket, Glagah, Turi, dan Karangbinangun dan dari pihak Eksekutif ada Asisten 1, Nalikan, Dinas SDA, Jufry serta Handoko dari Bina Marga, Handoko.

Bertempat di ruang kerja H. Abd Ghofur, Ketua DPRD, Jumat (15/1/21) bersama M. Burhanudin, Ketua Komisi C, Abd Shomad, Ketua Komisi D dan Anshori, Sekretaris Komisi B perwakilan warga Dapil 5. Rapat koordinasi ini dilakukan untuk memintai keterangan sejauh mana penanganan banjir yang dilakukan oleh pihak eksekutif.

Menurut Anshori, pihaknya merasa sangat kecewa dengan keterlambatan serta kurang sigapnya pihak eksekutif dalam penanggulangan banjir kali ini.

Harapan kami, apalagi saya adalah perwakilan dari Dapil 5 yang wilayahnya sangat terdampak dengan banjir tahun ini, tahun depan kalau ada bencana banjir jangan sampai terulang lagi keterlambatan maupun kesiap siagaan eksekutif dalam penanggulangan bencana.

Persoalan penanganan banjir tahunan yang melanda Lamongan ini cukup penting, karena cukup merugikan masyarakat, ekonomi lumpuh, pelayanan masyarakat di desa terganggu, petani tambak gagal panen, para pekerja banyak yang kena PHK karena tidak bisa kerja, infrastruktur rusak, dan kerugiannya mencapai puluhan milyar.

Untuk itu kita minta pemkab benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat yang terdampak banjir.

Selain itu kita juga minta paparan dari pihak eksekutif terkait progress report penanganan banjir yang sudah di kerjakan sampai sejauh mana. Dan dalam bekerja menemui kendala apa saja serta sampai kapan penangan jangka pendeknya dapat dituntaskan atau diselesaikan.

“Entah itu terkait pembersihan eceng gondok, pembuatan posko kesehatan dan penanganan banjir, penyaluran sembako, operasional pompa dan penanganan dampak sosial lainnya,” terang Anshori lagi.

Selain itu, Anshori anggota DPRD dari desa keben Kecamatan Turi ini juga menyampaikan, banyak memberikan masukan untuk penanganan banjir jangka panjang maupun dampak dari banjir itu sendiri.

Apakah itu terkait pengerukan atau normalisasi sungai bengawan jero, peninggian jalan, normalisasi waduk, rawa, embung, kali, saluran irigasi, tembok penahan tanah, dan infrastruk jalan yang rusak akibat banjir, ke depan masukan ini bisa dijadikan skala prioritas program Pemkab dalam upaya penanggulangan banjir di Kabupaten Lamongan, khususnya di Bengawan Jero.

“Alhamdulillah seperti yang di sampaikan pak Nalikan Asisten 1 Bupati Bidang Pemerintahan, untuk penanganan jangka pendek pemkab menyatakan insya Allah seminggu ke depan akan dituntaskan,” beber Anshori.

Sementara itu, H. Abd Ghofur mengatakan usai rapat koordinasi, bahwa pihaknya dari unsur pimpinan dan seluruh anggota DPRD Lamongan akan mengawal seluruh penanganan dan penanggulangan banjir sampai selesai.

“Selain itu, ke depan kami berkomitmen untuk memprioritaskan usulan pembangunan maupun normalisasi bengawan jero, dan seluruh waduk maupun rawa yang ada di Kab. Lamongan sebagai bentuk perjuangan kami untuk meminimalisir dampak banjir yang selama ini terjadi,” tutupnya. (ak)

No More Posts Available.

No more pages to load.