Pasar Benowo Gelar Ruwat Pasar Tahunan Kedua, Lestarikan Tradisi dan Tingkatkan Perekonomian

oleh -182 Dilihat
oleh
Agus Mashuri melepas kirab karnaval Ruwat Pasar tradisional Benowo

Surabaya, petisi.co – Pasar Benowo kembali menggelar acara ruwat pasar tahunan yang kedua, berlangsung dari tanggal 18 hingga 21 September. Acara ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif dari warga sekitar.

Anggota komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri berkesempatan membuka dan melepaskan keberangkatan peserta kirab karnaval mini pasar tradisional Benowo, pada Minggu (21/9/2025).

Dalam sambutannya Agus Mashuri mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh pengurus pasar tradisional Benowo, karena kegiatan ini berkenaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad, dan menghidupkan budaya lokal.

“Ruwat pasar tradisional ini menjadi gambaran keberagaman budaya di negeri ini, dan sudah selayaknya dipertahankan keberadaannya,” ujar Agus.

Agus Mashuri yang akrab disapa Cak Huri dalam acara ruwat pasar tradisional ini melepaskan 200 ekor burung sebagai simbolis, diharapkan dapat menghilangkan segala penyakit dan kesialan yang ada di pasar.

Sementara itu Ketua pengelola pasar Benowo, Patno PN, menjelaskan bahwa ruwat pasar ini telah menjadi agenda tahunan sejak kepemimpinannya.

“Ini merupakan ruwat pasar yang kedua. Alhamdulillah, antusiasme warga sangat besar,” ujarnya.

Salah satu daya tarik utama dari acara ini adalah kegiatan sholawatan yang dimeriahkan dengan hadiah-hadiah menarik seperti kulkas dan televisi, yang merupakan hasil sumbangan dari para pedagang pasar.

Pada tanggal 20 September, acara dimeriahkan dengan pertunjukan Reog Ponorogo yang dibina oleh Cak Sumarno dari Sememi, yang juga merupakan keluarga besar pengelola pasar. Selain itu, pada malam harinya diadakan kirim doa untuk para almarhum yang telah berjasa dalam merawat dan mendirikan pasar.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan kirab dan karnaval mini. Pengelola pasar juga menyampaikan terima kasih kepada Agus Mashuri, anggota dewan yang berasal dari Benowo, atas dukungan dan kehadirannya.

“Saya bangga dengan kehadirannya, karena Agus Mashuri adalah aset warga kita yang harus kita dukung,” kata Patno.

Patno juga menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pasar tradisional di tengah perkembangan zaman dan persaingan dengan pasar online.

“Saya mengharapkan pemerintah ke depan tahu diri, jangan membuat masyarakat terbebani, tapi membuat perekonomian itu meningkat, salah satunya melalui perdagangan pasar Benowo,” ujarnya.

Ia berharap Agus Mashuri dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi para pedagang pasar kepada pemerintah.

Ketika ditanyakan terkait pendanaan acara, Patno PN menegaskan bahwa semua kegiatan ruwat pasar tradisional  secara swadaya dan tidak pernah meminta bantuan dari pemerintah kota.

“Pasar Benowo ini bisa menyelenggarakan rumah tangganya sendiri. Pasar ini peninggalan nenek moyang dulu,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya selalu mendukung kebijakan pemerintah kota dan tidak akan melawan aturan yang ada.

Sebagai mantan PNS yang kini mengabdikan diri untuk mengelola pasar, Patno PN berharap ruwat pasar ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan menarik lebih banyak pembeli ke Pasar Benowo.

“Mudah-mudahan danyang perkayangan lanang wedok, singrum mekso ing pasar ini bisa membantu peningkatan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (joe)

No More Posts Available.

No more pages to load.