PETISI.CO
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana
EKONOMI

Pasar Tradisional di Kota Surabaya Minim Pelanggaran Prokes

SURABAYA, PETISI.CO – Kedisiplinan protokol kesehatan atau prokes di pasar tradisional di Kota Surabaya terbilang tinggi. Bahkan, tak ditemukan peningkatan pelanggaran di kawasan yang terbilang rutin menjadi jujukan warga.

“Pasar lumayan tertib. Enggak ada peningkatan pelanggaran,” kata Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Jumat (22/1/2021).

Justru kata Whisnu, tingkat pelanggaran prokes mayoritas malah sering ditemukan di warung-warung kopi.

“Segi yang paling bandel, kerumunan dan nggak pakai masker. Warkop dekat kampung itu gudang kena razia,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekjen Kemendes PDTT Ajak Genjot Wisata Desa di Ponorogo

Sementara itu, menurut Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto, berdasarkan hasil evaluasi temuan pelanggaran prokes di pasar tradisional per harinya diperkirakan berjumlah 4 hingga 5  kasus.

“Patuh maskernya di pasar itu justru tinggi. Jadi total itu satu hati 31 kecamatan cuma dapat sekitar 151. Artinya, kalau kita rata-rata 30 itu cuma 3 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut, faktor minimnya pelanggaran di pasar tradisional ini dikarenakan masyarakat sudah menyadari jika di kawasan tersebut identik dengan keramaian.

“Jadi mereka masker nomor satu. Justru di tempat-tempat selain pasar itu pelanggarnya banyak,” pungkasnya. (nan)

terkait

Menatap Wajah Baru Pasar Comboran Kota Malang

redaksi

Tarif KA Kelas Ekonomi Kembali Normal

redaksi

Pasar Gedangan Sidoarjo, Pasar Pertama Terapkan Retribusi Online di Indonesia

redaksi