Surabaya, petisi.co – Youth City Changers (YCC) 2025 memasuki hari kedua dengan sesi talkshow inspiratif di Balai Budaya Surabaya, Rabu (7/5). Kegiatan yang digagas oleh APEKSI dan Pemkot Surabaya ini menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Para pembicara membagikan pengalaman hidup sejak masa muda hingga mencapai posisi kepemimpinan, sekaligus berdiskusi soal berbagai isu perkotaan bersama pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia.
Wamen Bima Arya mengapresiasi kemajuan Surabaya, terutama soal kebersihan. Ia membagikan pengalamannya naik becak menuju lokasi acara, di mana pengemudinya menyebut Surabaya kini bersih dan rapi. “Bahkan kebersihan di Surabaya jadi tanggung jawab bersama,” katanya. Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Wali Kota Eri yang dinilai sukses membangun kesadaran kolektif soal kebersihan.
Bima Arya bahkan merekomendasikan Surabaya sebagai destinasi studi banding untuk wali kota dunia. “Kita nggak terus-terusan belajar ke luar. Kota lain bisa belajar dari Surabaya,” tegasnya.
Ia juga mengamati kedekatan Wali Kota Eri dengan anak muda. Menurutnya, antusiasme peserta YCC menunjukkan bahwa pemuda merasa diberi ruang. Pembangunan creative hub di Surabaya pun dianggap langkah tepat untuk mendukung partisipasi anak muda.
Wali Kota Eri sendiri menekankan pentingnya menciptakan peluang sejak muda. Ia mengungkapkan, 60 persen penduduk Surabaya berada di usia produktif, dan berbagai komunitas pemuda kini aktif terlibat dalam perencanaan kota. Program seperti Musrenbang Pemuda, creative hub di setiap kecamatan, dan rencana revitalisasi eks Hi-Tech Mall menjadi pusat komunitas pemuda juga tengah digodok.
“Semangat Pak Wamen sangat berarti, apalagi dengan pengalaman beliau sebagai mantan Ketua APEKSI. YCC bisa jadi tonggak perubahan bagi Surabaya dan Indonesia,” ujar Eri.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan bahwa pengalaman adalah bekal penting untuk pengendalian diri dan membangun masa depan. Ia mendorong pemuda untuk terus belajar dan tidak takut mencoba hal baru.
Senada, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pentingnya keberanian keluar dari zona nyaman. Ia menekankan bahwa setiap kesalahan adalah pelajaran, dan pemuda harus diberi ruang untuk tumbuh dan berkontribusi sebagai calon pemimpin masa depan. (dvd)





