Pemkot Probolinggo dan Tim Pengawas Pantau Stok dan Harga Pupuk Bersubsidi

oleh
oleh
Pemerintah Kota Probolinggo melakukan kunjungan lapangan ke distributor dan kios pupuk bersubsidi di wilayah kota

Probolinggo, petisi.coPemerintah Kota Probolinggo melakukan kunjungan lapangan ke distributor dan kios pupuk bersubsidi di wilayah kota. Hal ini untuk memastikan ketersediaan serta kesesuaian harga pupuk bersubsidi dengan ketentuan pemerintah.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Penjabat Wali Kota Probolinggo, M. Taufik Kurniawan dengan melibatkan tim komisi pengawas pupuk dan pestisida bersubsidi, di antaranya perwakilan dari Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, Kejaksaan Negeri, serta perangkat daerah terkait.

Penjabat Wali Kota Probolinggo mengungkapkan, bahwa stok pupuk bersubsidi di Kota Probolinggo masih dalam kondisi aman. Bahkan, dari hasil pengamatan menunjukkan adanya stok berlebih dikarenakan beberapa faktor, salah satunya karena belum masuknya musim tanam.

“Aman, distributor aman, di agen aman. Nggak ada kelangkaan, justru berlebih, akhirnya mereka agak kesulitan malah door to door ke petani-petani, nah mungkin petani sendiri ternyata ada kendala terkait keuangannya petani dan memang belum masa tanam ya. Jadi mereka masih belum perlu,” kata Pj Wali Kota, M.Taufik Kurniawan.

Penjabat Taufik juga berpesan kepada para pemilik kios dan distributor agar selalu mengkomunikasikan ketersediaan pupuk bersubsidi kepada kelompok tani dan petani mitra. Hal ini penting untuk memastikan pupuk bersubsidi dapat terserap secara optimal oleh petani.

“Pesannya adalah pemilik kios juga tentunya lebih aktif untuk mengimbau ke petani. Ternyata ada yang petani tidak tahu bahkan termakan isu dibilang stok langka, padahal ada. Jadi tentunya komunikasi agen ke petani-petani itu bisa ditingkatkan lagi lah, kalau perlu petani kan sekarang sudah punya handphone ya mungkin bisa diusulkan ada grup WhatsApp-nya,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan, Fitriawati, mengungkapkan tingkat penyerapan pupuk bersubsidi oleh petani jenis Urea telah mencapai 76 persen. Sementara pupuk jenis NPK mencapai 73 persen.

“Angka tersebut masih terhitung normal mengingat sudah mendekati penghujung tahun memang sudah selayaknya seperti itu ya, ini kan kurang beberapa hari lagi sampai akhir tahun,” tuturnya. (reb)

No More Posts Available.

No more pages to load.