Pemkot Surabaya Bantu Pendidikan Anak Korban Kekerasan di Kutisari

oleh -292 Dilihat
oleh
Proses evakuasi ayah yang mengalami kelumpuhan di Kutisari

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengevakuasi dua anak di bawah umur dari rumah seorang pria paruh baya berinisial BS, warga Kutisari Selatan, yang lumpuh kedua kaki. Evakuasi dilakukan Kamis (11/9/2025) sore setelah terungkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami anak-anaknya.

Kedua anak itu, A (4 tahun) dan B (7 tahun), selama ini merawat BS yang lumpuh sejak jatuh di kamar mandi setahun lalu. Mereka tidak bersekolah dan diduga kerap mendapat kekerasan fisik dari sang ayah.

“Kami harus menyelamatkan anak-anak ini agar bisa mendapatkan pengasuhan yang layak sekaligus hak pendidikan mereka,” ujar Wawan Windarto, Camat Tenggilis.

A dan B kini ditempatkan di sebuah panti asuhan di bawah naungan gereja, bergabung dengan kakak kandung mereka, BE (16), yang lebih dulu kabur dari rumah enam bulan lalu karena tidak kuat mendapat perlakuan kasar. BE sebelumnya terhenti pendidikannya setelah lulus SMP, namun Pemkot Surabaya berjanji akan membantu melanjutkan lewat program kejar paket.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati, memastikan A dan B akan segera masuk sekolah sesuai usia, sementara seluruh anak BS akan mendapat pendampingan psikologis.

“Anak-anak ini mengalami trauma karena kekerasan dan kondisi sosial yang terisolasi. Mereka akan mendapat pemulihan trauma,” kata Ida.

Sementara itu, BS dibawa ke RS Menur untuk pemeriksaan medis dan perawatan. Dokter Puskesmas Tenggilis, Heni Agustina, membenarkan adanya luka pada B akibat dipukul dengan rotan oleh BS beberapa hari sebelumnya. Selain lumpuh, BS juga memiliki riwayat hipertensi, diabetes, dan gangguan ginjal.

Ketua RT setempat, Sunoko, menuturkan BS diketahui kerap melakukan KDRT hingga membuat istrinya pergi sekitar empat tahun lalu, tidak lama setelah kelahiran A.

Pemkot menegaskan, ke depan kondisi BS akan dievaluasi terlebih dahulu sebelum diputuskan apakah ia bisa kembali tinggal bersama anak-anaknya.

“Kita lihat perkembangan kondisi fisik dan mental bapaknya seperti apa,” kata Ida. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.