Pemkot Surabaya Gelar Pelatihan Tracing di Lima Wilayah Kota Surabaya

oleh -315 Dilihat
oleh
Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto ketika berada di kantornya.
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Pemkot Surabaya akan melakukan pelatihan tracing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Rencananya kegiatan itu akan diselenggarakan di lima wilayah berbeda di Kota Surabaya, pada hari Selasa (23/6/2020) besok.

Pelatihan tersebut, setidaknya diikuti oleh Kasatgas Linmas di Keluruhan, selain itu juga akan ada staf kelurahan, Babinsa, dan Babinkantibmas. Instruktur pelatihan tracing itu sendiri akan dilakukan oleh para petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

“Rencananya besok kita lakukan serentak di lima wilayah yang melibatkan kasatgas linmas yang ada di kelurahan, staf kelurahan, kemudian kita juga ajak babinsa, dan babinkantibmas,” kata Kepala BPB Linmas, Irvan Widyanto kepada wartawan di kantornya, Selasa (22/6/2020).

Setidaknya menurut Irvan akan ada sekitar ratusan petugas yang akan mengikuti pelatihan tracing serentak.

“Total kalau semua wilayah dengan hitungan 154 kelurahan x 4 orang totalnya sekitar 616 orang itu, akan dilatih serentak untuk bagaimana caranya melakukan tracing di warga,” jelasnya.

Nantinya, para petugas yang telah mengikuti pelatihan itu, diharapkan mampu menyalurkan pengetahuannya terkait tracing kepada masyarakat di Kampung Wani Jogo Suroboyo.

“Kenapa kok kita ajak Kasatgas Linmas, Babinkantibmas, dan Babinsa? Harapan kita itu mereka bisa menularkan ilmu tracing kepada masyarakat yang tergabung di Kampung Wani, kan disitu ada Satgas Sani Sehat kemudian ada Satgas Wani Ngandani,” ungkapnya.

“Nah, diharapkan ketika warga ini memiliki kemampuan tracing, maka dia (warga) lebih tau, misalnya ada warga yang ini kemana setiap harinya dan dengan siapa dia berhubungan, itu akan lebih mengena dan lebih tau,” lanjutnya.

Adapun tempat-tempat yang dijadikan sebagai pelatihan tracing di lima wilayah, yaitu di Terminal Wisata Ampel (Surabaya Utara), Gedung Wanita (Surabaya Selatan), Kantor Kecamatan Tandes (Surabaya Barat), Gedung Sawunggaling Jimerto (Surabaya Pusat), dan Gelanggang Remaja (Surabaya Timur).

“Karena banyak yang terlibat kita lakukan secara psychal distancing,” ucapnya.

Setelah mengikuti pelatihan itu, para petugas akan langsung diterjunkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah atau tahapan tracing, sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19.

“Selain mereka sudah memiliki ilmu itu mereka bisa menularkan kepada warga, tokoh masyarakat yang ada disana, seperti yang dikatagorikan di dalam tracing itu,” paparnya.

Ia menambahkan, dengan adanya tim tambahan yang melakukan tracing diharapkan mampu membantu kinerja dari upaya Dinkes Surabaya.

“Ya mudah-mudahan dengan ini tim tracing yang ada di dinkes bisa terbantu dan makin berkolaborasi sehingga makin meluas (tracing),” tutup Irvan. (nan)

No More Posts Available.

No more pages to load.