Pemkot Surabaya Intensifkan PSN 3M PLUS untuk Cegah DBD di Musim Peralihan

oleh -351 Dilihat
oleh
Ilustrasi Gedung Balai Kota Surabaya

SURABAYA, PETISI.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat kewaspadaan dan antisipasi terhadap risiko penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pahlawan, terutama saat masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau yang masih belum stabil.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Walikota Surabaya Nomor 400.7.9/3135/436.7.2/2024 tentang Antisipasi Peningkatan Kasus DBD pada musim penghujan. Pemkot Surabaya juga menerbitkan SE Nomor 400.7.9/8786/436.7.2/2024 tentang Peningkatan Kewaspadaan DBD melalui PSN 3M PLUS.

“Untuk mengurangi risiko penularan DBD secara signifikan, diperlukan kegiatan pendampingan intensif dalam memberantas vektor penularan dengan melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD 3M PLUS,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan.

Langkah PSN 3M PLUS

PSN 3M PLUS meliputi beberapa tindakan penting, yaitu:

Menguras dan menyikat bersih bak mandi atau kolam air minimal satu minggu sekali.

Menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan, tandon, dan drum.

Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

Selain itu, 3M PLUS juga mencakup:

Mengganti air vas bunga dan tempat minum burung setiap minggu.

Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak.

Menutup lubang pada potongan bambu atau pohon.

Menaburkan bubuk pembunuh jentik (larvasida) di tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air.

Langkah Tambahan

Untuk mendukung PSN 3M PLUS, beberapa langkah tambahan juga diterapkan, seperti:

Memelihara ikan pemakan jentik di kolam, seperti ikan cupang.

Memasang kawat kasa di jendela dan pintu rumah.

Mengatur barang dalam ruangan agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

Menghindari menggantung pakaian dalam kamar.

Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang baik di dalam ruangan.

Menggunakan kelambu saat tidur dan obat anti-nyamuk.

Menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk, seperti serai dan lavender.

Membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk.

Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J)

Ikhsan juga menekankan pentingnya menggiatkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan menunjuk juru pemantau jentik di setiap rumah atau instansi untuk memastikan tidak ada jentik dan menjaga nilai Angka Bebas Jentik (ABJ) di atas 95 persen.

Kegiatan PSN 3M PLUS ini diharapkan dilaksanakan berbasis kecamatan, kelurahan, RT/RW, sekolah, tempat ibadah, perkantoran, dan tempat umum lainnya secara rutin minimal satu minggu sekali, setiap hari Jumat.

“Seluruh hasil kegiatan PSN 3M PLUS akan dilaporkan melalui Aplikasi Sayang Warga (ASW) untuk memantau progres dan segera melakukan intervensi wilayah jika diperlukan, sehingga potensi penyebaran kasus DBD dapat terus terkendali,” pungkas Ikhsan. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.