Pemkot Surabaya Siapkan Infrastruktur Baru untuk Kendalikan Banjir

oleh -376 Dilihat
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau salah satu rumah pompa

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menambah lima rumah pompa di wilayah rawan banjir sebagai bagian dari upaya mengatasi genangan di kota tersebut.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, menyebutkan bahwa pembangunan rumah pompa akan dilakukan di beberapa lokasi, yakni Karah (Kecamatan Jambangan), Rungkut Menanggal Harapan (Kecamatan Gunung Anyar), Teluk Betung (Kecamatan Pabean Cantikan), Jalan Bung Tomo, serta Ketintang dan Tenggilis Mejoyo.

“Masih ada sekitar lima rumah pompa yang diusulkan, dan saat ini anggarannya sedang diperhitungkan,” kata Windo, Rabu (5/2/2025).

Windo menjelaskan bahwa kapasitas masing-masing rumah pompa akan disesuaikan dengan kondisi wilayah, namun minimal memiliki daya tampung 3 meter kubik per detik. Keberadaan rumah pompa ini diharapkan dapat mempercepat surutnya air saat hujan deras atau cuaca ekstrem.

Sebagai contoh, rumah pompa di Karah akan berperan penting dalam mengalirkan air ke Kali Wonokromo untuk mencegah genangan di kawasan Afur Wonorejo. Sementara itu, di Kecamatan Gunung Anyar, rumah pompa akan membantu mengalirkan air dari Kali Perbatasan agar wilayah Rungkut Menanggal Harapan dan Rungkut Mapan tidak terendam saat volume air meningkat.

“Air di Kali Perbatasan sulit mengalir ke laut saat terjadi rob. Tanpa rumah pompa, wilayah terdampak bisa meluas hingga ke Surabaya dan Sidoarjo,” jelasnya.

Di kawasan Teluk Betung dan Teluk Nibung, genangan sering terjadi karena sistem drainase terhambat oleh kepemilikan lahan PT Pelindo dan PT Pertamina. “Kami tidak bisa masuk ke wilayah Pelindo, Pertamina, maupun Lantamal. Oleh karena itu, penanganan banjir di sana akan dilakukan melalui rumah pompa,” kata Windo.

Dengan tambahan lima rumah pompa ini, Pemkot Surabaya berharap dapat mengurangi dampak banjir di kota yang berada di dataran rendah ini.

“Saat ini, Surabaya sudah memiliki 76 rumah pompa yang menjadi ujung tombak dalam penanganan banjir. Ke depan, kami akan terus memetakan wilayah yang paling membutuhkan tambahan rumah pompa agar penanganannya lebih optimal,” pungkasnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.