Pendidikan dan Kesehatan Sebagai Kunci Penting Bagi SDM

oleh
Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menerima Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Jawa Timur

SURABAYA, PETISI.COPendidikan dan kesehatan sebagai kunci penting bagi kemajuan sumber daya manusia (SDM). Dua hal ini sangat mempengaruhi kualitas SDM menjadi baik atau tidak. Karena begitu pendidikan dan kesehatan rendah maka kualitas SDM juga berpengaruh.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menerima Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (29/11/2016).

Ia mengatakan, untuk mengurangi tingkat kesenjangan dalam masyarakat, pendidikan dan kesehatan punya peran sentral karena keduanya merupakan aspek penting dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia. kualitas pendidikan dan kesehatan yang baik akan mendorong SDM, tentunya juga berdampak bagi pertumbuhan ekonomi.

Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim menjelaskan, untuk pengembangan kualitas SDM, Pemprov Jatim terus mengembangkan SMK Mini atau BLK Plus. Fokus pendidikannya yakni vokasional. Guna meningkatkan kualitas, Pemprov Jatim telah bekerjasama dengan Jerman dan AS sebagai bentuk perluasan kerjasama pendidikan vokasional.

“Pengembangan kualitas SDM menjadi hal penting terutama memperluas pendidikan vokasional. Di Jatim,  telah berdiri sebanyak 270 SMK Mini dengan 9 bidang keahlian seperti teknologi dan rekayasa, teknologi informatika dan komunikasi, kesehatan. Targetnya akan dibangun sebanyak 400 SMK Mini. Saat ini sebagian lulus SMK Mini ingin menjadi entrepreneur,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, SMK mini kebanyakan gandeng dengan pondok pesantren. Karena pemerintah juga berkepentingan meningkatkan skill (ketrampilan) dari para santri agar pasca mondok mereka tidak kesulitan mencari pekerjaan.

“Jika lulusan Ponpes memiliki pemahaman yang mendalam pada ilmu agama. Guna menambah kompetensi mereka itulah, Pemprov Jatim membentuk SMK Mini di tahun 2016. Santri tidak hanya dididik ilmu tentang agama. Tapi juga harus punya pendidikan keterampilan. Makanya di pesantren harus ada SMK mini,” terang Pakde Karwo.

Untuk itu, Pakde Karwo berharap melalui Muswil I  yang dilaksanakan IKA-PMII bisa bersama-sama mencari solusi guna meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat sehingga kualitas SDM masyarakat juga semakin meningkat.

Pada kesempatan yang sama Ketua IKA-PMII Jawa Timur H. A. Mujahid Anshori menyampaikan, Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Jawa Timur bakal menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) I.

Sesuai jadwal, akan dilaksanakan pada 10-11 Desember 2016 mendatang. Dalam hal ini, Gubernur Jatim Pakde Karwo diharapkan bisa menjadi keynote speaker untuk menyampaikan pembangunan di Jatim. Sekitar 500 orang akan menghadiri Muswil I tersebut. (hum)