Kediri, petisi.co – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai pengajian Ramadan yang digelar di Masjid Jami Darussalam Klaten Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Minggu (1/3/2026). Kegiatan yang dikemas dalam pengajian singkat tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah sekaligus mempertegas komitmen menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Brenggolo Gianto, beserta perangkatnya , babinsa, bhabinkamtibmas , jajaran BPD, pendamping desa, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Kepala Kantor Kecamatan Plosoklaten, Dwi Putra Kokok Dirgantoro, S.Psi. Tausyiah disampaikan oleh Ustadz Misbakhul Munir yang juga merupakan pendamping desa Kecamatan Plosoklaten.
Dalam arahannya, Kapolsek Plosoklaten AKP Dwi Widodo menegaskan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak di tengah derasnya arus informasi digital saat ini. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu provokatif, hoaks, maupun konten negatif yang dapat memecah belah persatuan, terlebih di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum memperbanyak amal dan menjaga lisan.
“Ramadan adalah bulan menahan diri. Bukan hanya dari makan dan minum, tapi juga dari ujaran kebencian dan penyebaran informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.
Selain itu, Kapolsek juga menyoroti maraknya potensi balap liar yang kerap muncul saat bulan puasa, terutama menjelang sahur dan setelah salat tarawih. Berdasarkan pantauan Polsek Plosoklaten, beberapa titik di wilayah tersebut rawan dijadikan arena balap liar. Untuk itu, patroli rutin akan terus digencarkan sebagai langkah pencegahan.
“Kami akan tetap melaksanakan patroli secara intensif. Kami tidak ingin Ramadan yang seharusnya penuh berkah justru ternodai oleh aksi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Tak hanya balap liar, penggunaan petasan dan penyalahgunaan narkoba khususnya ganja juga menjadi perhatian serius. Kapolsek mengingatkan bahwa euforia Ramadan jangan sampai disalahartikan dengan tindakan yang melanggar hukum dan membahayakan generasi muda.
Sementara itu, Kepala Desa Brenggolo, Gianto, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menebarkan kebaikan selama bulan suci Ramadan. Ia berharap suasana religius yang terbangun melalui pengajian ini mampu mempererat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian sosial antarwarga.
“Ramadan adalah bulan penuh ampunan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” ajaknya.
Ketua Takmir Masjid, M. Sya’roni, juga menyampaikan pesan agar setiap kegiatan dan pekerjaan dilakukan dengan sungguh-sungguh agar membuahkan hasil yang maksimal. Menurutnya, kesungguhan adalah kunci keberkahan, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausyiahnya, Ustaz Misbakhul Munir mengingatkan pentingnya menjaga hati, lisan, dan perbuatan selama Ramadan. Ia menekankan bahwa puasa bukan sekadar ritual, tetapi proses pembentukan karakter agar menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertanggung jawab.
Kepala Kantor Kecamatan Plosoklaten, Dwi Putra Kokok Dirgantoro, S.Psi, turut menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana Ramadan yang aman dan nyaman.
“Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang menjaga harmoni sosial. Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan wilayah Plosoklaten tetap kondusif,” ungkapnya.
Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, menambah kekhidmatan malam Ramadan di Desa Brenggolo.
Semangat kebersamaan dan komitmen menjaga ketertiban yang digaungkan dalam pengajian tersebut menjadi penegas bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat moral, persatuan, dan keamanan di tengah masyarakat. (bam)







