Pengusaha Lokal Batu Kapur Puger Kelimpungan

oleh
Tunggu pemasak Batu Kapur yang berada di Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember

Tak Diambil Perusahaan, Lama-lama Bangkrut

JEMBER, PETISI.CO – Akibat harga gamping tidak maksimal 3 tahun terahir ini, pengusaha batu kapur yang berada di Dusun Krajan, Desa Puger, Kecamatan Puger Kabupaten Jember, gulung tikar.

Semua ini dikarenakan dari merosotnya harga per 1 Kwintal batu kapur gamping sekarang tembus kisaran antara Rp 70- Rp 72 ribu.

Selain pengusaha lokal harus sering merugi, membludaknya barang karena tak dibeli perusahaan yang berdiri di Puger, juga sebagai penyebab bangkrutnya mereka.

“Dulu petani tidak sulit tentang pemasaran selama perusahaan menerima barang dari kami. Namun tiga tahun terakhir ini perusahaan tidak mau menerima batu kapur dari kami,” ungkap Mukad, salah satu pengusaha yang sampai hari ini masih bertahan, ditemuiĀ  Jumat (17/3/2017).

Oleh sebab itu, ketika barang penuh dan tidak laku dijual, lanjut Mukad, harga bisa turun drastis dan hal itulah yang membuat mereka kelabakan.

Tunggu pemasak Batu Kapur yang berada di Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember

“Petani kecil seperti kami harus menjual hasil batu kapur ke Bedak (tempat menjual di pinggir jalan,red),” lanjutnya.

Mukad menambahkan, jika hal ini berlanjut, maka pengusaha lokal akan tersingkirkan oleh perusahaan besar yang mulai memasak batu kapur dan langsung disalurkan ke pabrik di ibu kota.

“Semua inilah yang membuat kami, para petani susah,” tambahnya.

Mukad berharap, pihak dinas terkait Kabupaten Jember untuk memikirkan nasib petani lokal, agar perusahaan bisa mengambil minimal 50 persen dari hasil pemasakan batu kapur pengusaha lokal.

“Karena jika hal itu dilakukan kembali, maka ekonomi warga Grenden akan stabil kembali, seperti beberapa tahun silam,” pungkasnya.(yud)

No More Posts Available.

No more pages to load.