PETISI.CO
OPINI

Pergeseran Populisme Islam

Oleh: Najmah Rindu*

Populisme Islam saat ini mengalami banyak pergeseran dan cenderung mendominasi iklim politik di Indonesia. Berbagai wacana, narasi hingga ruang diskurusus sedang membahas dan mengkaji gerak-gerik penguasa dalam memperoleh legitimasi di tengah masyarakat dengan dibalut populisme Islam.

Permainan dan taktik politik dengan berbalut identitas agama, etnik, dan ras semakin fenomenal mengingat Indonesia merupakan negara dengan agama Islam yang paling berpengaruh di masyarakat.

Terlihat dengan adanya perbedaan yang signifikan dan mencolok perihal populisme Islam terdahulu dengan populisme Islam kontemporer. Periode-periode dahulu populisme lebih bertujuan untuk memperoleh kekuasaan di bidang ekonomi, berbanding dengan saat ini yang condong pada peraihan kekuasaan politik sebagai khas atau identitas dalam memuluskan strategi perolehan kekuasaan.

Baca Juga :  Pakde Karwo, Engkau Pemenangnya ...

Menurut penulis Hadiz, populisme Islam hari ini sangat berbeda dibandingkan dengan populisme Islam zaman terdahulu dimana saat itu umat Islam membingkai politik identitas guna melawan instrument dan menggagas berdirinya negara Islam, tetapi di hari ini populisme Islam lebih pada dimanfaatkan untuk mendapatkan sumber daya kekuasaan dalam skala politik lokal atau domestik.

Dalam salah satu buku yang ditulis oleh Vedi R. Hadiz bahwa kemunculan populisme Islam ialah suatu bentuk protes perihal terjadinya kesenjangan struktur ekonomi kapitalisme. Populisme Islam menjadi sebuah alternatif untuk membenahi kondisi keterpurukan tatanan ekonomi politik sekaligus berfungsi sebagai alat untuk bisa mendapatkan sumber daya dan kekuasaan.

Baca Juga :  Pengesahan UU Ciptaker Bikin Rakyat Makin Celaka?

Maraknya populisme di Indonesia ditandai dengan adanya kebangkitan radikalisme Islam, yang memicu sentimen lama perihal anti-China, warga asing, dan ekonomi. Partai-partai politik dan para Islam radikal yang belum bisa dan belum beruntung untuk menperoleh ruang yang berpengaruh di parlemen, sehingga memicu munculnya populisme Islam di Indonesia.

Namun, munculnya eksistensi populisme khususnya populisme Islam bukanlah sesuatu yang menyimpang ataupun tak wajar. Justru dengan hadirnya populisme yang lumrah ini mampu menyeimbangkan sistem politik pemerintahan agar seorang pemimpin negara tidak berlaku sewenang-wenang dan tidak anti-kritis.

Kita tahu bahwa suatu negara mampu berdiri jika selalu ada kritikan dari pihak lain guna memberikan masukan kepada penguasa. Populisme Islam hadir sebagai penyeimbang dan perwakilan nyata dari golongan-golongan yang termarjinalkan.

Baca Juga :  Pahlawan, Pembela Cita-cita

Jadi, kembali pada penyikapan perihal populisme Islam terutama di Indonesia ialah cukup wajar. Mengingat mayoritas masyarakat Indonesia menganut agama Islam dan bukanlah menjadi beban ataupun masalah. Tetapi dengan menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan politik demokrasi. Dimana Indonesia menganut sistem demokrasi yang masyarakatnya memiliki hak yang setara untuk mengeluarkan suara, pendapat, serta kritikan sebagai bentuk kepedulian dan kegundahan terhadap penguasa.(#)

*)penulis adalah mahasiswa jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga

terkait

Sistem Pemilihan Umum Multi Partai Versi Indonesia

redaksi

K-Pop dan Generasi Milenial

redaksi

Fenomena, Tradisi dan Memaknai Pergantian Tahun

redaksi
Open

Close