Petisi
Harapan Jatim: Ketua PSSI Jatim mengangkat trophy juara Liga 3 Jatim bersama skuat Persiga.
OLAHRAGA

Persiga Juara, Pesta yang Tertunda

Final Liga 3 Persekabpas Vs Persiga

PASURUAN, PETISI.CO – Tiket kompetisi Liga 3 Zona Jawa untuk regional Jawa Timur sudah aman dalam genggaman 11 tim yang lolos regional Jawa Timur. Namun tak berarti laga final yang digelar Kamis (30/8/2018) di Stadion Pogar Bangil, Kabupaten Pasuruan kehilangan prestise.

Berambisi memberikan kado terindah bagi Sakera Mania, julukan suporter fanatiknya, Persekabpas justru merasakan kepedihan sebagai tim pecundang ketika mereka bersiap merayakan HUT sehari pasca partai final.

Laskar Menak Sopal, julukan Persiga Trenggalek menjadi tim yang memberikan aib kekalahan perdana di kandang. Tidak tanggung-tanggung, skuat besutan pelatih Chairil Anwar tersebut menang 4 gol tanpa balas.

“Pemain anti klimaks setelah berhasil lolos ke partai final. Euforia berlebihan masih terasa. Lihat saja, mau balik badan sangat berat. Ini jadi bahan evaluasi bagi kami untuk memenuhi target lolos zona nasional,” terang pelatih Kasiyanto terkait hasil buruk Persekabpas.

Alibi Kasiyanto memang terlihat di sepanjang permainan. Penampilan apik ditunjang spirit juang pantang menyerah M Farouq dkk, praktis hanya tersaji di 20 menit awal.

Selanjutnya, Persiga selalu mendikte hingga Ali Mustofa mencetak gol pertama di menit 24. Upaya membalas sebenarnya sukses dilakukan dua menit berselang. Winger Sony Setiawan merobek gawang Persiga. Namun gol itu dianulir wasit Johan Robby dari Jombang setelah asisten wasit dua menilai posisi Sony sudah offside.

Usai jeda pertandingan, Persiga justru menggandakan keunggulan melalui skema serangan balik. Speed Dian Tri Wiyono gagal dibendung dua stoper tuan rumah. Dengan mudah, Dian menceploskan bola ke gawang yang dikawal M Alfarisi (54).

Peluang memperkecil ketertinggalan sempat muncul empat menit berselang ketika wasit menunjuk titik putih. Tapi, antisipasi tepat kiper M Rio Agata membuat sepakan Ahmad Fatoni hanya berbuah corner.

Kegagalan itu berimbas pada mental pemain. Persiga tambah leluasa menyerang. Hasilnya, dua gol tambahan dilesakkan Wildan Mahmudi (69) dan Ali Mustofa (90).

“Kami akan lakukan evaluasi untuk memperkuat tim. Apalagi kami masih punya tujuh slot pemain yang kosong. Di final, hanya 16 pemain yang siap turun dari 18 yang ada. Harapannya, pemain tambahan nanti punya kemampuan multi fungsi. Ini kan ilmu dari almarhum pelatih Sinyo Aliando,” ungkap Kasiyanto yang dikenal kerap berpantun bahasa Suroboyo-an tersebut.

Bagi Persiga, hasil ini ibarat gelar yang tertunda. Nyaris tidak ada perombakan materi dari komposisi musim lalu, pemain yang ada terlihat semakin matang.

“Grafik pemain meningkat setelah lolos ke 16 besar kendati tidak ada target sejak awal. Ini (juara) modal untuk main di zona Jawa dengan menunjukkan bukti sebagai juara zona Jatim. Sudah terlanjur, kami target lolos ke zona nasional dan kami siap nambah pemain. Tapi itu kembali ke manajemen,” beber pelatih Persiga Chairil Anwar.

Demi penuhi ambisi itu, eks pilar Persebaya yang akrab disapa Pace tersebut, sudah kantongi nama-nama pemain untuk menambah kekuatan. Keinginan ini kian terbuka. Sebab, selain trophy juara, Persiga juga berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Dana itu bisa untuk mencari pemain di saat perhatian stake holder Trenggalek terbilang minim.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Provinsi (Aprov) PSSI Jatim Ahmad Riyadh, mengatakan akan segera membentuk tim untuk mengawal 11 klub yang los ke zona Jawa.

“Kita akan bentuk tim untuk mengawal betul 11 tim yang lolos ke zona Jawa. Kita akan undang minggu depan untuk pembekalan. Setidaknya, prestasi Blitar United sebagai juara nasional bisa terulang. Saya akan mendorong tim mencari tambahan pemain dari yang tidak lolos ke zona Jawa,” ucapnya.(fid)

terkait