PETISI.CO
Petugas KB Kecamatan Kudu Beri Penyuluhan Pasangan Usia Subur
PEMERINTAHAN

Petugas KB Kecamatan Kudu Beri Penyuluhan Pasangan Usia Subur

JOMBANG, PETISI.CO – Program Keluarga Berencana (KB) merupakan program yang harus tetap digalakkan. Karena dengan ber-KB, ledakan pertumbuhan penduduk bisa dikendalikan.

Untuk itu, petugas KB Kecamatan Kudu mengadakan penyuluhan kepada 30 pasangan usia subur (PUS) di ruang penyuluhan keluarga Kecamatan Kudu.

Camat Kudu Sutomo kepada Petisi.co mengatakan,  dalam kehidupan berumah tangga, pasangan suami isteri harus merencanakan keluarganya dengan baik. Program pemerintah dalam keluarga berencana adalah 2 anak cukup.

“Setelah melahirkan, pasangan usia subur ini harus memilih alat kontrasepsi, biar tidak kebobolan. Isteri harus mau ikut KB IUD atau Implant, biar jarak kelahiran bisa 5 tahun,” ujar Camat Kudu.

Baca Juga :  Masyarakat Tembelang Diajak Jaga Kamtibmas

Sementara itu, menurut Fatchurrahman, isteri setelah melahirkan bisa KB pil atau suntik 3 bulan sekali. Tetapi ada kendala, kalau KB pil dan suntik yaitu lupa, karena pada saat usia subur setelah melahirkan, berhubungan intim bisa menyebabkan kehamilan.

Sedangka  nara sumber dari Puskesmas Kudu memaparkan tentang reproduksi sehat, masa pubertas usia 11-13 tahun dan pentingnya menjaga alat reproduksi.

Materi dilanjutkan dengan membahas kenakalan remaja, petugas Puskesmas Kudu yang didampingi anggota Polsek Kudu mengingatkan remaja untuk menjauhi narkoba dan zat adiktif lainnya yang membahayakan masa depannya.

Baca Juga :  Dewanti Rumpoko Hadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Bumiaji 2019

“Apalagi pengaruh Medsos sangat tinggi di kalangan remaja. Peran sekolah dan orang tua sangat penting,  karena harus bisa menjaga anaknya tidak terjerumus ke pergaulan bebas dan Narkoba maupun zat afiktif yang sangat bahaya,” pungkasnya.(prw)

terkait

Lima Kecamatan di Kabupaten Mojokerto Penuhi Target Penerimaan PBB-P2

redaksi

Pemkot Mojokerto Launching Angkutan Pemandu Moda

redaksi

Dishub Kota Surabaya Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

redaksi