Pilpres 2024, PDIP: Sandiaga, Mahfud dan Khofifah Berpeluang Jadi Pendamping Ganjar

oleh -370 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah jadi incaran beberapa parpol untuk posisi cawapres
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Tiga tokoh nasional, Sandiaga Uno, Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa masih berpeluang dipilih menjadi pendamping Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

“Jadi sejauh ini belum ada istilah mengerucut. Oleh sebab itu, Pak Mahfud, Ibu Khofifah, Pak Sandiaga Uno masih punya kesempatan yang sama untuk dipilih oleh Ketua Umum DPP PDIP Ibu Megawati Soekarnoputeri sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres),” kata Ketua DPP PDIP Said Abdullah dalam siaran persnya, Rabu (4/10/2023).

Menurutnya, sejauh informasi dan situasi yang dia pahami, sesungguhnya Ibu Mega sampai sekarang masih melakukan pencermatan dengan matang. Mempertimbangkan berbagai masukan dari berbagai pihak, terutama tokoh-tokoh penting seperti Presiden Jokowi, para ulama dan senior senior partai.

“Ibu Mega memegang teguh prinsip ke hati-hatian dalam menentukan calon pemimpin. Beliau mandataris Kongres Partai, yang diberikan kewenangan menentukan capres dan cawapres. Mandat itu beliau gunakan dengan penuh bijak, mempertimbangkan segala hal,” ujarnya.

Karena itu, siapapun pihak yang kerap dipersepsikan sebagai kandidat cawapres pendamping Mas Ganjar dan bertemu dengan Ibu Mega adalah dalam rangka Ibu Mega melakukan pendalaman, semacam “talent scouting”.

“Siapa yang nantinya akan di putuskan, tentu itu wewenang penuh Ibu Ketum dan para ketua umum partai yang bekerja sama dengan PDI Perjuangan, yakni PPP, Hanura dan Perindo. Jadi sejauh ini belum ada istilah mengerucut,” tegasnya.

Apakah tokoh NU seperti Khofifah dan Mahfud MD masuk kriteria cawapres Ganjar?. Said mengakui figur seperti Pak Mahfud MD dan Ibu Khofifah termasuk figur yang layak sebagai cawapres. Keduanya memiliki pengalaman yang panjang di legislatif dan eksekutif. Bahkan Pak Mahfud juga sampai ke yudikatif.

Rekam jejak inilah yang menjadi keunggulan beliau berdua. “Keduanya juga memiliki elektabilitas yang cukup baik dan berasal dari tokoh NU. Apalagi Ibu Khofifah selain sebagai Ketua PBNU, juga Ketua Umum Muslimat NU, organisasi perempuan terbesar di Indonesia dengan jamaah yang sangat loyal,” jelasnya.

Dari sisi kepemimpinan dan intelektualitas, Said menyebut keduanya sudah sangat melampaui. Siapa yang meragukan kapasitas keilmuan keduanya tentang agama, kepemimpinan, pemerintahan dan lain-lain.

“Prinsipnya beliau berdua memenuhi kategori pendamping Mas Ganjar. Namun, sekali lagi wewenang memutuskan cawapres ada di tangan Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan,” papar Ketua DPD PDIP Jatim ini.

Said membenarkan jika Pak Mahfud dan Ibu Khofifah sudah beberapa kali bertemu dengan Ibu Mega. Bahkan, saat Ibu Mega ke Surabaya meresmikan taman hutan bakau atas undangan Wali Kota Surabaya, Ibu Mega juga ketemu dengan Ibu Khofifah. Soal pertemuan itu membicarakan apa, tentu hanya beliau beliau yang mengetahuinya.

“Ada baiknya kawan kawan media menanyakannya ke Pak Mahfud dan Ibu Khofifah. Demikian halnya dengan Pak Mahfud MD, beliau sepengetahuan saya sudah beberapa kali bersilaturahmi ke rumah Ibu Mega,” ucapnya.

Bagaimana upaya PDIP menjalin komunikasi dengan ulama dan kiai untuk meminta restu cawapres pendamping Ganjar?. Said mengaku Ibu Mega berkomunikasi rutin dengan para kiai. Hubungan Ibu Mega dengan para ulama sangat dekat dan intens berkomunikasi.

Sehingga, tidak ada kendala apapun bagi Ibu Mega untuk berkomunikasi dengan para kiai, terutama para kiai sepuh NU. Kapanpun Ibu Mega membutuhkan konsultasi dengan para kiai sepuh, hal itu dapat beliau lakukan. Di sisi lain, banyak pengurus PDIP menjadi tokoh NU. Seperti, Gus Falah yang menjadi Ketua PBNU.

Ada juga tokoh NU kultural lainnya yang di PDIP seperti Gus Nabil dan Ahmad Basarah yang selama ini menjadi jembatan PDI Perjuangan dengan NU. Jadi hubungan PDI Perjuangan dengan NU sangat dekat. Beberapa kali Gus Yahya, Ketua Umum PBNU bersilaturahmi ke rumah Ibu Mega,” ungkapnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.