PKM Boyolangu Turunkan Angka Stunting di Angka 4 Persen, Ini Ungkap Kepala Puskesmas

oleh
oleh
Kegiatan Puskesmas Boyolangu dalam rangka Pencegahan dan Penanganan Stunting di wilayah kerja

TULUNGAGUNG, PETISI.COPuskesmas (PKM) Boyolangu berhasil menurunkan angka stunting dengan baik, dari angka kasus stunting 4,69 % (persen) menjadi 4,06 %. Salah satu isu strategis yang menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan 5 tahun ke depan (2020-2024) adalah stunting.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan panjang ataau tinggi badannya di bawah standart yang di tetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Dampak stunting pada anak, akan terlihat pada jangka pendek dan jangka panjang.

Pada jangka pendek berdampak terhadap pertumbuhan fisik yaitu tinggi badan anak di bawah rata-rata tinggi badan anak se usianya. Selain itu juga berdampak pada perkembangan kognitif, di karenakan terganggunya otak sehingga dapat menurunkan kecerdasan anak.

Sedangkan untuk jangka panjang, stunting akan menyebabkan anak menjadi rentan terjangkit penyakit seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas di usia tua. Selain itu stunting juga berdampak pada kualitas SDM suatu Negara. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Jika stunting tidak segera di atasi, hal ini tentunya akan menyebabkan penurunan kualitas SDM di masa yang akan datang.

Nutrisi yang tidak memadai merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting, gagal tumbuh yang dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut setelah bayi lahir sebagai akibat dari praktek pemberian ASI yang tidak optimal juga pemberian MP-ASI yang tidak tepat dan pengendalian infeksi yang kurang optimal akan mengakibatkan stunting. Oleh karena itu fokus pada masa 1000 HPK dari sejak kehamilan sampai anak usia 2 tahun sangat penting.

Berdasarkan hasil kegiatan Bulan Timbang tahun 2024 di wilayah Puskesmas Boyolangu persentase stunting sebesar 4.06%.

Kepala UPT Puskesmas Boyolangu Tulungagung, Yulaikah SST, M.Kes, menyampaikan, dengan adanya pemberian informasi, Edukasi tentang stunting dan pentingnya gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta merujuk kasus stunting ke RS Dr Iskak Tulungagung dan RS Dr Karneni Campurdarat diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Indonesia.

Menurutnya, Kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Dengan kegiatan itu diharapkan Puskesmas mendapat dukungan dari lintas program dan lintas sektor serta seluruh warga desa di wilayah kerja Puskesmas Boyolangu.

“Sehingga dengan adanya kegiatan ini masyarakat paham mengenai pengertian stunting, cara pencegahan dan apa saja penyebabnya dengan satu tujuan yang sama yaitu Indonesia bebas stunting,” tuturnya, Kamis (25/7/20024).

Ditegaskannya, bahwasannya Peran lintas program dan lintas sektor sangat berpengaruh dalam setiap keberhasilan pelaksanaan kegiatan di masyarakat.

“Upaya yang di lakukan oleh Puskesmas untuk penurunan angka stunting telah menunjukkan hasil yang baik yaitu dari kasus stunting 4,69% sehingga turun ke 4.06%,” ungkapnya menandaskan. (par)

No More Posts Available.

No more pages to load.