PETISI.CO
Kapolsek Kaliwates bersama Lurah Kaliwates, dan relawan Covid-19.
PERISTIWA

Polsek Kaliwates Edukasi Masyarakat Kampung Tangguh Covid-19

JEMBER, PETISI.COWabah virus Covid-19 yang merebak di Indonesia telah menyebabkan ribuan warga terpapar dan ratusan lainnya meregang nyawa.

Dari jumlah yang meninggal, tak sedikit yang proses pemakamannya ditolak oleh sejumlah oknum warga. Padahal, pemakaman jenazah positif corona telah melewati proses pemulasaran yang ketat, sesuai standar yang diatur dalam Protokol Penanganan Jenazah Pasien Covid-19 Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Polres Jember melalui jajarannya, Polsek Kaliwates bersama tim medis URDOKES Polres Jember, Senin (25/5/2020) memenuhi kriteria kampung tangguh dengan mengadakan simulasi dan sosialisasi tata cara pemulasaran jenazah pasien Covid-19 di RW-15, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Kegiatan juga dihadiri oleh lurah Mangli, Babinsa serta masyarakat RW -15 Kelurahan Mangli.

Simulasi penangan pemulasaran jenazah Covid-19.

Kapolsek Kaliwates, Kompol Edy Sudarto SH menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu kriteria kampung tangguh. Ada 5 kriteria kampung tangguh meliputi kesehatan, klinik kesehatan, portal untuk memeriksa masyarakat yang keluar masuk dalam lingkungan tersebut, petugas pemulasaran jenazah Covid-19, lumbung di masyarakat serta humas.

“Hal ini untuk melatih petugas pemulasaran jenazah Covid-19 ketika nantinya di dalam kampung ada masyarakat yang terduga meninggal karena virus,” terang kapolsek.

Lebih lanjut Edy menjelaskan, setidaknya mereka yang telah dilatih nantinya memiliki kemampuan yang profesional. ”Sehingga tidak akan terjangkit kepada pihak-pihak yang melakukan pemulasaran,” ungkapnya.

Sementara dr. Endah Krisnawati salah satu tim medis mengatakan, pada dasarnya kampung tangguh dipersiapkan untuk mandiri menangani segala hal yang berkaitan dengan Covid-19. “Salah satunya adalah pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 sampai pemakaman agar siap jika suatu hari terjadi outbreak atau kejadian luar biasa yang menyebabkan kematian yang banyak di wilayah setempat,” ujar Endah.

Bungkus, salah seorang warga RW 15 juga megatakan, kegiatan ini sangat kami harapkan sehingga masyarakat betul-betul siap mandiri bila terjadi hal yang tidak diinginkan. “Kami bersyukur telah difasilitasi oleh polsek, minimal pengetahuan ada ketakutan masyarakat perlu diedukasi,” ungkap Bungkus.

“Kampung tangguh merupakan perintah dari Kapolda intinya bahwa pimpinan berkeinginan membentuk suatu kampung yang bisa mandiri, gotong royong terhadap sesama warga ketika mereka membutuhkan untuk menangani covid-19,” pungkas Kapolsek Edy. (eva)

terkait

158 KK di Desa Waru Sidoarjo Jalani Isolasi Mandiri  

redaksi

Puluhan Personel TNI-Polri Bantu Warga Bersihkan Puing Material Banjir

redaksi

Maksimalkan Binter, Gelar Pembinaan di Dlangu Mojokerto

redaksi