PETISI.CO
Ahmad Syaiku, Wakasek Kurikulum SMPN 3 Tulungagung.
PENDIDIKAN

PPDB 2020/2021, Jumlah Pagu Siswa Baru SMPN 3 Tulungagung Tetap Sama dengan Tahun Lalu

TULUNGAGUNG, PETISI.COPPDB tahun ajaran 2020/2021 SMPN 3 Tulungagung mendapatkan total pagu siswa baru masih sama seperti tahun sebelumnya, dengan kuota sebelas rombongan belajar (rombel)/kelas. Masing-masing kelas dengan jumlah murid sebanyak 32 anak siswa/siswi.

Kepala SMPN 3 Tulungagung, Drs Heni Hendarto M. Pd, melalui Wakasek Kurikulum, Ahmad Syaiku menyampaikan bahwa total murid baru tahun ajaran 2020/2021 memperoleh sebanyak 352 anak.

“SMPN 3 tahun ini sama dengan tahun lalu, 11 kelas kali 32 berarti 352 siswa,” tuturnya saat di kantornya, Senin (29/6/3020).

Wakasek Kurikulum SMPN 3 Tulungagung.

Dia juga menerangkan, dari total murid baru sebanyak 352 atau sebelas rombel tersebut diperoleh dari dua jalur yakni jalur online dan jalur offline. Jalur online mendapatkan 176 siswa, sedang sisanya dari jalur offline yaitu melalui prestasi, afirmasi dan perpindahan orangtua.

Menurutnya, PPDB dari menu jalur pendaftaran sudah terisi penuh. Sedangkan untuk daftar ulang untuk murid baru dilaksanakan secara online selama dua hari mulai hari Senin-Selasa (29-30 Juni 2020).

Lanjut Syaiku mengatakan, untuk PPDB tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya lantaran adanya wabah Covid-19. Namun meski begitu, pihaknya dan panitia merasa lebih mudah dan sangat terbantu pada PPDB tahun ajaran 2020/2021 saat ini.

“Karena sekarang ini yang daftar dari UPT, jadi meringankan tugas kami. Biasanya semua orang mendaftar masing-masing, sekarang diwakili oleh UPT,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan dalam penyenggaraan PPDB di jalur zonasi tidak ada kendala. Sebab,dari pendaftaran jalur tersebut jarak kilometernya sudah ditentukan.

Masih kata Syaiku, menurutnya tahun ini prestasi lebih baik, dalam artian jumlah pendaftar dari jalur prestasi tahun sebelumnya sedikit, sedang untuk tahun ini jalur prestasi cukup banyak.

“Sehingga anak bersaing di luar itu juga lebih baik, maksudnya itu kalau dulu kan hanya zonasi, tapi sekarang dengan adanya jalur prestasi yang diperbesar itu juga persaingan anak-anak yang berprestasi itu merasa tidak sia-sia,” tandasnya. (par)

terkait

Di Masa Pandemi, Perlu Banyak Strategi Baru dalam Melakukan Pemasaran

redaksi

Lembaga PAUD di Bondowoso Diharapkan Miliki Tenaga Pendidik Sarjana

redaksi

Implementasikan Kerjasama FEB dan FH Unitomo Gelar International Mobility Program di Malaysia dan Singapura

redaksi
Open

Close