SURABAYA, PETISI.CO – Program permakanan yang diprakarsai oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pada tahun 2013 lalu yang dikelola oleh Dinas Sosial sedangkan di tahun 2020 program ini akan diserahkan kepada setiap kelurahan di wilayah Kota Surabaya sejak tahun 2020 ini.
Terhitung sejak tahun 2013 hingga akhir periode 2019 program permakanan telah menyasar 30.865 jiwa, jumlah itu terdiri dari 18.778 jiwa lansia, 5.750 jiwa anak, dan 6.336 jiwa penyandang cacat dan penyakit kronis. Digagasnya program ini sendiri sebagai bentuk kepedulian Pemkot Surabaya untuk menjamin warganya agar tidak kelaparan.
Menurut Risma hal tersebut dilakukan karena ia menilai jika kelurahan memang sepantasnya menjalan program permakanan ini sekaligus juga melakukan pembagian tugas antaran dinas-dinas pemerintah kota dan jajaran kelurahan. Oleh karena ia menginstruksikan kepada para camat dan lurah agar mencari para warga di wilayahnya yang menderita kelaparan.
“Jangan sampai ada warga kita yang kelaparan,” ucap Risma di rapat teknis pengendalian APBD tahun anggaran 2020 yang diikuti oleh para pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya, pada Hari Selasa (21/1/2020).

Selain itu ia juga meminta kepada jajarannya untuk memanfaat kesempatan seperti ini sebaik-baiknya. Risma juga mengingatkan jabatan yang diembannya sekarang ini merupakan sebuah amanah.
“Jabatan itu bukan punya kita teman-teman. Sekarang saya memang menjadi Wali Kota Surabaya, tapi tidak tahu 3 jam lagi atau satu hari lagi. Semua ini hanya titipan. Makanya, kalau diberi amanah itu, Bapak saya selalu bilang, kalau bekerja, bekerjalah seolah-olah kamu akan hidup seribu tahun lagi, tapi kalau kamu ibadah, beribadahlah seolah-olah kamu akan mati besok,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut Wali Kota wanita pertama tersebut juga mengingatkan apabila nantinya ada yang tidak paham dalam menjalankan pekerjaannya tidak perlu merasa malu untuk bertanya kepada rekan-rekannya.
“Saya paling senang bertanya jika memang tidak mengerti, saya tidak pernah malu. Jadi, ayo bertanya jika memang kalian tidak mengerti atau tidak tahu,” pungkasnya.
Setelah program permakanan ini diserahkan kepada pihak kelurahan, tak lupa Risma juga menyisipkan sebuah candaan dimana ia tidak mau ditanya oleh malaikat soal adanya warga Surabaya yang kelaparan.
“Kalau ada warganya yang kelaparan, tolong dicari para lurah-lurah ini. Saya gak mau lho nanti ditanya Malaikat. Risma, itu ada wargamu yang kelaparan, saya gak mau ditanya Malaikat seperti itu. Saya akan ngomong duluan, saya sudah sampaikan kepada lurah-lurah saya untuk mencarinya Malaikat,” canda Wali Kota Risma. (nan)







