Surabaya, petisi.co – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mendapatkan apresiasi melalui PR Indonesia Awards (PRIA) kategori Laporan Tahunan, yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 13 Februari 2026.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengelola bisnis dengan transparansi dan akuntabilitas yang sesuai standar, melalui penyusunan Laporan Tahunan Perusahaan Tahun Buku 2025.
Sebelum mendapatkan penghargaan, Laporan Tahunan TPS melalui tahap asesmen yang mengevaluasi penataan storyline kinerja, disiplin pengelolaan data, hingga desain visual informasi yang lebih informatif dan mudah ditelusuri.
Erika A. Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS, menyatakan bahwa penghargaan ini memvalidasi proses pembelajaran berkelanjutan perusahaan untuk memastikan data kinerja disajikan secara akurat, dapat ditelusuri, dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan.
“Transparansi adalah bagian penting dalam membangun kepercayaan,” ujar Erika pada Kamis (19/2/2026)
Penilaian PRIA 2026 untuk kategori ini meliputi empat aspek masing-masing dengan bobot 25%: Desain Laporan, Pesan Utama CEO/Direksi, Bahasa & Pesan, serta Improvement dari tahun sebelumnya.
TPS melakukan penyempurnaan pada keempat aspek tersebut, antara lain dengan desain berbasis navigasi data, pesan strategis yang konsisten, gaya bahasa lugas dan akuntabel, serta peningkatan nyata seperti penambahan bagian lessons learned dan data dictionary.
Sementara itu Verlyana Hitipeuw, Dewan Juri Kategori Laporan Tahunan, menyatakan bahwa keunggulan Laporan Tahunan TPS terletak pada tiga aspek: kohesi antara strategi, kinerja, dan risiko; metodologi pengukuran yang eksplisit dengan referensi sumber data; serta bab “perbaikan berkelanjutan” yang terukur.
“Penilaian tidak hanya fokus pada kemasan visual, tetapi juga keterpaduan pesan strategis dan upaya memperkuat akuntabilitas data,” imbuhnya.
Selain penyusunan laporan, TPS juga menunjukkan komitmen peningkatan kapasitas melalui partisipasi aktif dalam sesi capacity enhancement yang diselenggarakan PRIA, seperti workshop tentang Crisis Management dan Strategic PR.
“Perusahaan tidak hanya mengirimkan dokumen, tetapi juga menyerap praktik terbaik untuk diintegrasikan ke dalam proses penyusunan Laporan Tahunan,” pungkasnya. (joe)






