PETISI.CO
Ketua AMSI Pusat, Yatimul Ainun.
PERISTIWA

Publik Jangan Mudah Tertipu Oknum Yang Mengaku Media dan Wartawan

BONDOWOSO, PETISI.CO – Ketua Departemen Anggota dan Organisasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat, Yatimul Ainun, meminta kepada publik jangan mudah tertipu oleh oknum yang megaku media dan wartawan.

Menurutnya, di era teknologi saat ini sangat mudah membuat media, apalagi media online.

“Tapi jutaan yang tidak layak disebut media. Ayo kita cerdas bermedia dan memilih media. Dan jangan tertipu pada yang hanya mengaku media atau jurnalis,” tegas Ainun lewat pesan singkatnya, dikutip dari salah satu media online, Minggu (9/5/2021).

Baca Juga :  Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Bondowoso, Oknum Dinas Pertanian Bermain dengan Distributor

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan, saat ini banyak jurnalis atau media memiliki dwi fungsi atau profesi ganda dalam menjalankan tugasnya. Artinya, banyak media nyambi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Jangan ladeni media yang nyambi jadi LSM, karena tidak ada aturannya. Jika ada demikian (melakukan pemeriksaan), laporkan saja ke polisi,” katanya.

Adapun media yang layak, adalah mereka yang mengikuti regulasi yang ada, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Pers Tahun 1999 dan aturan lain.

“Ada beberapa aturan dan syarat ketentuan yang layak disebut media arus utama, yakni, memiliki Perseroan Terbatas atau PT, khusus perusahaan pers,” bebernya.

Baca Juga :  Beritakan Tambang Ilegal di Desa Swatani, Wartawan Diancam Dibunuh

Kemudian, lanjut dia, seandainya tidak ada PT bisa menggunakan Yayasan atau Koperasi.

“Ingat bukan CV. Kemudian dilanjutkan terdaftar Dewan Pers, terdaftar administrasi dan terverifikasi faktual,” tegasnya.

Jika tidak demikian (tidak berbadan hukum), tambah dia, media tersebut tidak layak disebut media arus utama.

“Layaknya disebut media sosial. Jika ada persoalan hukum, itu bukan sengketa pers/media yang diatasi lewat ranah Dewan Pers. Tetapi langsung diatasi pihak kepolisian atau pidana,” pungkasnya. (tif)

terkait

Diduga Menistakan Agama, Warga Kalijudan Dijemput Polisi

redaksi

Tutup Tapi Buka, NAV Lamongan Diduga Langgar Instruksi Bupati

redaksi

Gubernur Khofifah Tinjau Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Madiun

redaksi