Sambut 2025 MUI Gubeng Bersama Forkopimcam Gelar Khotmil Quran dan Doa Bersama

oleh
oleh
MUI Kecamatan Gubeng bersama stakeholder dan Forkopimka Gubeng

Surabaya, petisi.co – Dalam menyambut tahun 2025, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Gubeng bersama stakeholder dan Forkopimka Gubeng menggelar Khotmil Qur’an dan Doa Bersama, Jumat (27/12/2024) di Aula Kantor Kecamatan Gubeng Jl. Gubeng Airlangga 1/2 Surabaya.

Kegiatan tersebut bertujuan, yaitu dalam menyambut tahun 2025 dengan doa dan harapan yang baik agar Indonesia, khususnya Kota Surabaya selalu dalam lindungan Allah SWT.

Khotmil Quran dan Doa Bersama tersebut dihadiri ratusan peserta terdiri dari berbagai unsur, diantaranya, Ketua MUI Kec. Gubeng KH. Drs. Syafi’i Idris, Camat Gubeng, Kapolsek Gubeng dan Danramil Gubeng, Lurah se Kecamatan Gubeng serta tokoh agama dan tokoh masyarakat serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo M.Si, berharap dengan acara Khotmil Quran dan doa bersama ini diharapkan Kota Surabaya serta wilayah Gubeng aman dan damai.

“Semoga Kota Surabaya dan wilayah Gubeng ini bisa rukun, dijauhkan dari segala musibah dan bencana,” harap Camat.

Hal senada disampaikan Kapolsek Gubeng, pihaknya mengingatkan agar warga masyarakat bisa damai dan jaga kerukunan.

“Jangan saling memfitnah antara satu dengan yang lain. Tidak kalah pentingnya agar kita menjaga lingkungan supaya aman, terutama di tahun baru 2025 nanti,” tegas Kapolsek Gubeng.

Sementara, Ketua MUI Kec. Gubeng, KH. Drs. Syafii Idris, mengungkapkan, terkait shodaqoh dimana shodaqoh itu tujuannya untuk menolak bencana dan musibah. Maka kata Rosulullah SAW dalam sebuah hadis bahwa yang paling dahsyat dalam kehidupan ini adalah gunung yang di ciptakan oleh Allah SWT.

“Karena gunung dapat meredakan bumi yang semula berputar putar, lalu setelah itu besi kata Rosulullah karena bisa menghancurkan gunung. Dan besi bisa hancur apabila di bakar dengan api, jadi yang paling dahsyat itu api, kemudian malaikat bertanya lagi apakah ada yang lebih dahsyat dari api ada yaitu air, lalu di tanyakan lagi apakah ada yang lebih dan di jawab lagi yaitu shodaqoh umat islam,” tutur Kiai Syafii Idris.

Masih Kiai Syafii idris, Shodaqoh atau bantuan umat islam dan diberikan kepada saudaranya yang kesulitan atau kesusahan, maka itulah yang lebih dahsyat daripada semuanya. Intinya musibah dapat dihadapi dengan dua hal, yaitu dengan berdoa kerena hanya Doa yang bisa merubah takdir Allah SWT dan dengan cara bershodaqoh, karena shodaqoh itu juga bisa menolak bencana dan musibah.

“Selain itu, shodaqoh juga dapat menghilangkan dan menolak bencana serta penyakit. Oleh sebab itu, kalau kita ingin damai dan tentram serta di jauhkan daripada musibah, maka orang yang punya kemampuan terutama para pejabat harus banyak berbagi dengan bershodaqoh kepada masyarakat, agar supaya di lindungi oleh Allah SWT,” jelas Ketua MUI Kec. Gubeng.

Menurut KH. Syafii Idris, fungsi dari MUI yaitu shodiqul hukumah yang artinya mitra dan sahabat dari pemerintah. Oleh karenanya, maka dalam setiap melaksanakan kegiatan harus saling bekerjasama.

“Dimana MUI menyiapkan tenaga dan berdoa, kemudian pemerintah yang menyiapkan sarana prasarananya, itulah kerjasama yang baik. Sebab kalau di dunia ini ulama dan umaro bisa saling bekerjasama warga masyarakat akan menjadi damai, aman dan baik. Namun sebaliknya, kalau umaro dan ulama tidak bersatu masyarakat yang menjadi korban akan hancur,” tutup KH. Syafii Idris dalam sambutannya. (bah)

No More Posts Available.

No more pages to load.