Petisi
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Pratama, Kasat Narkoba Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto SH, didampingi Kasubag Humas Polres Batu Ipda Ivandi, dan beberapa tersangka saat gelar di Polres Batu.
HUKUM

Satnarkoba Polres Batu Bekuk Pengendar Narkoba

BATU, PETISI.CO – Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Batu berhasil mengamankan 15 tersangka kasus narkotika, bahkan, 3 orang dari keseluruhan tersangka tersebut merupakan pengedar besar yang berada di jajaran wilayah hukum Polres Batu.

Menurut Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Pratama menjelaskan, selain diamankan pengedar besar, 4 orang sebagai kurir, dan sisanya sebagai pengguna atau pemakai.

“Penangkapan yang dilakukan merupakan ungkap kasus narkotika mulai 9 September hingga 7 Oktober 2019,” katanya, Senin (7/10/2019).

Saat gelar perkara di halaman Mapolres Batu, menurut dia, dalam waktu satu bulan ini Satnarkoba berhasil menangkap 10 kasus narkotika dengan 15 tersangka. Sedangkan, barang bukti narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan seberat 48,2 gram.

“Bila dihitung, kira-kira per gram harga sabu itu Rp 1,2 juta, ini bila dikonversikan dalam rupiah dikalikan berat sabu yang diamankan 48,2 gram, mencapai Rp 60 juta. Itu, harga barang haram ini,” tegasnya.

Untuk itu, dengan keberhasilan Polres Batu mengungkap kasus narkotika di Kota Batu, Harvi mengungkapkan juga berhasil menyelamatkan 241 orang generasi muda dari penggunaan narkoba. Yang mana, diasumsikan 1 gram sabu dikonsumsi oleh 5 orang.

Kendati, soal adanya 3 tersangka yang menjadi pengedar besar, Kasat Narkoba Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto SH, mengatakan bahwa tersangka itu diketahui atas nama Abdul Manap (45) asal Jalan Merpati Utara, nomot 15 Desa Karangan, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, dan berhasil ditangkap di daerah Jalan Raya Giripurno, Kota Batu saat akan melakukan transaksi.

“Tersangka adalah pengedar besar di Kota Batu. Terbukti dari tangan tersangka berhasil diamankan sabu-sabu seberat 41 gram dirumahnya. Sedang saat tertangkap basah membawa tiga poket sabu seberat 0,35 gram masing-masing poket,” terang dia.

Dia tandaskan, bagaimana cara transaksi dan pemasarannya, kepada awak media, Abdul Manap mengakui, bahwa barang haram itu didapat dari orang yang tidak dikenalnya melalui ponselnya.

“Barang itu saya dapat dari orang yang saya tidak kenal melalui telepon, waktu itu saya ambil dari pohon. Dan, pembayaran melalui transfer,” akunya,  sembari tertunduk malu.

Lebih lanjut dijelaskan olehnya, pola transaksi yang dilakukan itu menggunakan sistem ranjau, setelah barang sampai tidak bisa menghubungi pemasoknya, hingga bisa dihubungi saat barang akan dikirim. Dan dipasarkan olehnya di kalangan supir truk.

“Barang (sabu,red) yang saya dapat, saya pasarkan ke supir-supir truk,” pungkas Abdul Manap.

Seperti diketahui, dari 10 kasus, tersangka ditangkap di wilayah hukum Polres Batu. Dengan TKP meliputi Desa Bumiaji, Sekar Putih, Pujon, Pesanggrahan, Temas, Pendem, Songgoriti, Pandanrejo, dan stadion Brantas.

Sedangkan, wilayah hukum Polres Batu yang rawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba adalah Songgoriti dan Pendem. Untuk 12 tersangka pengguna dan kurir dijerat Pasal 112 dengan hukuman penjara 4-12 tahun. Sedangkan untuk 3 pengedar dijerat dengan pasal 114 dengan hukuman 4-20 tahun.(dem/eka)

terkait

Kapolres Mojokerto Gandeng Tokoh Agama dan Masyarakat Cegah Radikalisme dan Terorisme

redaksi

Tabrak Truk Tronton Parkir, Pengendara Motor Tewas

redaksi

Somasi Atau Peringatan Hukum

redaksi