Serahkan Penghargaan Lingkungan Hidup 2025, Gubernur Khofifah Dorong Pembangunan Jatim yang Lestari dan Berkeadaban

oleh -187 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah foto bersama salah seorang penerima penghargaan

Surabaya, petisi.co – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan pelestarian lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari arah dan filosofi pembangunan daerah. Pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila dijalankan secara seimbang antara ikhtiar ekologis dengan penguatan nilai etika serta spiritual.

Penegasan itu disampaikan Khofifah pada acara penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2025 pada acara yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim, Senin (29/12) malam.

Penghargaan Lingkungan Hidup merupakan inisiasi Gubernur Khofifah sebagai upaya menguatkan semangat bersama mewujudkan pembangunan Jawa Timur yang berorientasi pada pelestarian lingkungan berkeadaban.

“Pembangunan Jatim harus bertumpu pada keseimbangan antara kepedulian terhadap lingkungan hidup dan pembangunan karakter. Dari sinilah nilai keberlanjutan dan keberadaban itu bertemu,” ujar Khofifah.

Menurutnya, Jatim masih dihadapkan pada berbagai tantangan lingkungan. Mulai dari dampak perubahan iklim, pengelolaan sampah, krisis air bersih, degradasi lahan, hingga pencemaran sungai dan laut.

Meski demikian, pihaknya optimistis seiring tumbuhnya inovasi lokal serta praktik-praktik baik yang berangkat dari kesadaran individu dan berkembang menjadi gerakan kolektif di masyarakat.

“Harapan besar justru lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Dari kesadaran individu, tumbuh gerakan bersama untuk menjaga lingkungan hidup,” tandasnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2025 diberikan kepada berbagai pihak yang dinilai konsisten dan berkomitmen dalam perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup.

Penerima penghargaan mencakup desa dan kelurahan, komunitas, lembaga pendidikan, pesantren, hingga individu pegiat lingkungan. “Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tetapi pengakuan atas komitmen dan konsistensi,” cetusnya.

Pihaknya mengapresiasi atas keteladanan dan kontribusi nyata para penerima penghargaan. Upaya pelestarian lingkungan justru menjadi fondasi penting bagi pembangunan jangka panjang.

“Para penerima telah menunjukkan bahwa pembangunan dan kelestarian lingkungan bukan dua hal yang saling meniadakan, melainkan harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Pada Kategori Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari (BERSERI) Terbaik Tahun 2025, penghargaan diberikan kepada Desa Sumberdem Kec Wonosari, Kab Malang, Kel Kebonsari Kec Tuban, Kab Tuban; Kel Babatan Kec Wiyung Kota Surabaya, Desa Munjungan Kec Munjungan Kab Trenggalek dan Kelurahan Rogotrunan Kec Lumajang, Kab Lumajang.

Selain itu, Desa Tertek Kec Pare Kab Kediri; Kel Manukan Kulon Kec Tandes Kota Surabaya, Kel Bakalan Kec Bugul Kidul Kota Pasuruan; Desa Ketanen Kec Panceng Kab Gresik; serta Kel Sananwetan Kec Sananwetan Kota Blitar.

Pada Kategori Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama, penghargaan diraih oleh RW 001 Winongo Kec Manguharjo Kota Madiun, RW 04 Sumberrejo Kec Pakal Kota Surabaya, serta RW 02 Sukomulyo Kec Manyar Kab Gresik.

Lalu, kategori Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025, penghargaan diberikan kepada SMKN 2 Kota Mojokerto, SMPN 2 Taman Kab Sidoarjo dan SD Negeri Wonorejo 02 Kab Madiun.

Komitmen pelestarian lingkungan berbasis nilai keagamaan juga tercermin melalui Kategori Eco Pesantren Tahun 2025. Pada kategori ini, penghargaan diberikan kepada Pondok Pesantren Refah Islami Kab Gresik, Pondok Pesantren Babussalam Kab Jombang, serta Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Darul Fikri Anggaswangi Kab Sidoarjo.

Selain itu, Kategori Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup (PFLH) Tahun 2025 diberikan kepada Kelompok Pecinta Alam Bala Daun Mertasari Kab Pasuruan, Hj. Maftuhah Mustiqowati dari Kab Jombang sebagai Pembina Lingkungan, serta Moh. Rasid dari Kab Probolinggo sebagai Perintis Lingkungan. Penyerahan penghargaan dilakukan dalam bentuk piagam dan diserahkan secara stasioner.

Sebagai informasi bahwa di bidang Sekolah Adiwiyata, Jatim berhasil memperoleh 94 Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan 186 Penghargaan Adiwiyata Nasional. Selain itu, DLH Jatim juga membina Program Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari yang telah menetapkan 180 desa, dengan 115 desa di antaranya menerima reward kendaraan roda tiga.

DLH Jatim juga menjalankan pembinaan pengelolaan sampah berbasis pesantren melalui program Eco Pesantren. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.