Tinjau Gudang Bulog Surabaya, Mentan Andi Amran Pastikan Stok Pangan Aman

oleh
oleh
Mentan Andi Amran Sulaiman (kiri) beberkan data stok beras nasional kepada guru besar dan mahasiswa di gudang Bulog Surabaya

Sidoarjo, petisi.co – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melakukan peninjauan stok beras ke Komplek Pergudangan  Perum Bulog Cabang Surabaya di Banjarkemantren Buduran, Sidoarjo, Minggu sore (19/4/2026).

Kedatangan Mentan Andi Amran disambut Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, bersama jajaran, termasuk Direktur Pengadaan Prihasto Setyanto dan Pemimpin Wilayah Jawa Timur Langgeng Wisnu A.

Dalam kesempatan itu, Mentan memuji upaya Perum Bulog Surabaya yang turut menghadirkan guru besar pertanian dan sejumlah aktifis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

“Salut untuk Bulog Surabaya. Kehadiran guru besar pertanian dan para mahasiswa yang kritis ini menjadi bagian penting dari komitmen kami untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan stok pangan nasional. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi publik untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya.

Selain berbincang langsung dengan jajaran perum Bulog Surabaya, Mentan juga membuka kesempatan berdialog dengan para mahasiswa. Berbagai masukan diterima oleh Mentan untuk ditindak lanjuti.

“Terimakasih informasi yang disampaikan para mahasiswa. Mulai dari permasalahan keterlambatan pupuk hingga persoalan peningkatan kesejahteraan para peternak susu perah sapi,” terang Andi Amran.

Terkait keterlambatan pupuk pada beberapa agen yang ada di Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu Mojokerto, Mentan langsung memerintahkan Kementerian untuk diproses. Ia ditemukan pelanggaran, pihaknya tidak segan untuk mencabut ijin usaha.

“Laporan ini langsung ditindaklanjuti. Jika terbukti pelanggaran, besok saya pastikan ijinnya dicabut,” tegas Mentan.

Di hadapan sejumlah civitas akademis kampus, Mentan Andi Amran menyampaikan data ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di skala nasional saat ini berada dalam kondisi sangat kuat dan aman.

“Stok Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog telah mencapai 4,9 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Bahkan, dalam waktu dekat jumlah tersebut ditargetkan menembus angka 5 juta ton,” tutur Mentan.

Selain memastikan ketersediaan stok, lanjut Andi Amran, pemerintah juga terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi tantangan ke depan, termasuk dampak kemarau panjang adanya fenomena El Nino, yang diprediksi berlangsung 6 bulan ke depan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem irigasi serta berbagai program strategis lainnya di sektor pertanian.

“Capaian ini ditopang kinerja produksi yang meningkat signifikan. Produksi beras nasional pada 2025 tercatat naik 4,07 juta ton atau 13,29 persen. Dengan total kekuatan stok beras nasional kini termasuk yang berada di masyarakat dan potensi panen, diperkirakan mencapai 28 juta ton, setara dengan ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan. Artinya stok ini cukup, bisa melampaui saat kemarau yang diprediksi berlangsung 6 bulan ,” tutupnya. (luk)