PETISI.CO
Akibat pandemi Covid 19, UMKM salah satu yang mengalami dampak.(ilustrasi/ist)
EKONOMI

Wagub Emil: Tiga Pilihan yang Harus Diambil UMKM Menghadapi Masa Pandemi

ISEI Jember Gelar Webinar UMKM Series #1

JEMBER, PETISI.CO – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Jember menyelenggarakan ISEI Webinar UMKM Series #1 dengan tema “Fase Baru Daya Saing UMKM Jawa Timur”. Tema ini diangkat sebagai respon ISEI Cabang Jember terhadap sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjadi sektor usaha yang paling terimbas pandemi Covid-19.

Mengawali acara, Wakil Ketua ISEI Cabang Jember, Dr. Moh. Adenan, MM., mewakili Ketua ISEI Cabang Jember memberi sambutan selamat datang kepada seluruh peserta yang mendaftar hingga 400 orang lebih.

Dr. Moh. Adenan menyampaikan komitmen ISEI Cabang Jember untuk ikut mendorong peran sertanya dalam perumusan-perumusan kebijakan, terutama untuk menjawab berbagai tantangan perekonomian, termasuk didalamnya turut membantu UMKM untuk bangkit di masa pandemi.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., melalui rekaman video keynote speech, mengapresiasi isu yang diangkat dalam ISEI Webinar UMKM Series #1, mengingat pertanyaan yang banyak menguak saat pandemi adalah “Bagaimana nasib UMKM?”

Sebagai UMKM,  Emil menyampaikan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan kapasitas modal untuk menahan gejolak dan tekanan dari perlambatan ekonomi di masa pandemi.

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim

Untuk itu, ada tiga pilihan yang harus diambil UMKM. Pertama, mengedepankan efisiensi. Kedua, menyesuaikan harga. Ketiga, diversifikasi sumber pendapatan.  Wagub Emil menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk merevisi konsep dana bergulir. Program ini bertujuan untuk memberi kekuatan modal bagi UMKM kelompok atau individu dengan konsep pinjaman yang dirancang berbunga sangat rendah, tanpa jaminan, dan diberi insentif beberapa bulan pertama untuk tidak membayar cicilan pokok pinjaman.

Selanjutnya, Narasumber Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Hestu Wibowo, memaparkan perkembangan ekonomi global. Dijelaskannya, kasus Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 4,7 juta jiwa penduduk dunia secara nyata memengaruhi pula pendapatan domestik bruto (PDB) global.

Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2020 di banyak negara menurun tajam seiring meluasnya pandemi Covid-19. Dengan proyeksi kontraksi ekonomi berlanjut hingga triwulan III-2020, Bank Indonesia memprediksi ekonomi global tahun ini tumbuh negatif 2,2%.

Survei BI Jember dengan wilayah kerja Se-Eks Karasidenan Besuki dan Lumajang (Sekarkijang) menunjukkan terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan penurunan kinerja korporasi.

Korporasi dan UMKM melakukan kebijakan merumahkan tenaga kerja untuk sementara. Sekitar 30% korporasi merumahkan tenaga kerja dengan jangka waktu 3 bulan (67%). Sedangkan UMKM melakukan kebijakan merumahkan tenaga kerja sebanyak 33% dengan jangka waktu 3 bulan (60%).

Berdasarkan hasil survei, 33% UMKM masih sanggup mempertahankan tenaga kerja dalam waktu 2 bulan ke depan selama wabah Covid-19 belum berakhir.

Selanjutnya, beberapa korporasi di Sekarkijang masih mampu membiayai kegiatan produksi/operasional hingga 3 bulan kedepan (20%). Bahkan, ada yang masih mampu membiayai hingga 1 tahun ke depan (10%). Sementara itu, ketahanan UMKM relatif pendek yang sebagian besar hanya mampu membiayai kegiatan produksi/operasional sampai dengan 2 bulan ke depan (40%).

Berdasarkan hasil survei, korporasi maupun UMKM butuh waktu untuk kembali pada kapasitas normal jika berhenti beroperasi. Jangka waktu yang dibutuhkan paling cepat adalah 1 bulan dan paling lama 1-2 tahun, bergantung dari kegiatan usaha perusahaan/UMKM.

Salah satu UMKM di Kabupaten Jember saat mengikuti pameran beberapa waktu lalu.(ist)

Narasumber Pemimpin PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Jember, Irfan Ardianto, memaparkan program Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (MEKAAR) untuk membantu peningkatan kesejahteraan nasabahnya.

PNM MEKAAR adalah layanan pemberdayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra-sejahtera dengan pembiasaan budaya menabung, peningkatan kerukunan kekeluargaan dan gotong royong serta indoktrinasi usaha untuk jujur, disiplin, dan kerja keras.

PNM MEKAAR dibentuk dengan anggota 10-30 orang perempuan pra-sejahtera. Mereka secara pekanan melakukan pertemuan kelompok. PNM memberi pembiayaan Rp2-5 juta kepada kelompok-kelompok tersebut secara bertahap untuk usaha produktif, tanpa jaminan, dan menerapkan metode tanggung renteng untuk usaha dan pengembaliannya.

Narasumber Pengamat UMKM sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Dr. Agus Luthfi, M.Si, memaparkan problematika UMKM secara umum. Diantaranya pencatatan aktivitas bisnis yang mengandalkan ingatan, pengelolaan keuangan bisnis bercampur dengan keuangan keluarga, belum maksimal dalam melakukan evaluasi perkembangan/kondisi usaha, dan laporan keuangan belum mengacu pada standar akuntansi yang berlaku (SAK-EMKM).

Selama pandemi, Agus Luthfi menyampaikan 56% UMKM mengalami penurunan profit. Konsumen sekarang beralih terhadap e-commerce. Namun, hanya sekitar 6% UMKM yang siap memasuki e-commerce. Untuk itu, dibutuhkan leader yang mau terus berkembang dan memiliki entrepreneurship mindset mengingat krisis pandemi menimbulkan banyak perubahan.

Narasumber Ketua Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Nusantara Cabang Jember, Rendra Wirawan, MM., memaparkan perkembangan stimulus fiskal untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang masih menghadapi tantangan di level operasional dan proses administrasi. Dalam rangka penguatan kelembagaan dan peningkatan daya saing UMKM,  dia menyampaikan sedikitnya tujuh langkah yang harus dilakukan. Yaitu: penguatan kelembagaan koperasi dan UMKM, pemberdayaan sumber daya manusia, memfasilitasi permodalan, peningkatan teknologi atau digitalisasi, pengembangan jaringan usaha, promosi, dan menciptakan iklim usaha yang produktif.(*/kip)

terkait

Pentingnya Ketahanan Keluarga di Era Globalisasi

redaksi

Sukses Crownfunding di Japnas Business Matching, Pengusaha Ini Buka Outlet Laundry Baru

redaksi

Telah Dibuka, Pasar Rakyat Gebyar UMKM di GOR Lembupeteng Tulungagung

redaksi