Wali Kota Surabaya Turun Langsung Tangani Dampak Cuaca Ekstrem 

oleh -226 Dilihat
oleh
Penanganan dampak cuaca ekstrem oleh Pemkot Surabaya

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya pada Selasa (10/12/2024) sore hingga malam. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi sekaligus memberikan arahan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna membantu masyarakat terdampak.

Hujan deras mengakibatkan beberapa titik di Kota Pahlawan mengalami genangan air dan banjir. Bahkan, plengsengan bozem di wilayah Simo Hilir X, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, jebol akibat tingginya curah hujan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi, ditambah kontur tanah berbukit di kawasan tersebut, menjadi faktor utama jebolnya bozem di Simo Hilir X.

“Hujan deras mengguyur seluruh kota, khususnya di Surabaya Barat yang memiliki kontur tanah berbukit seperti di Kupang Jaya. Air dari wilayah ini mengalir ke arah Simo hingga bozem tidak mampu menampungnya, menyebabkan tanggul jebol dan air meluber ke kanan-kiri. Saat ini kami lakukan penanganan darurat untuk mencegah kerusakan meluas,” jelas Syamsul.

Langkah darurat dilakukan dengan menutup bagian bozem yang jebol menggunakan karung berisi pasir (sandbag). Langkah ini bertujuan mencegah genangan semakin meluas hingga perbaikan permanen bisa dilakukan.

“Setelah hujan reda, kami akan memperbaiki struktur bozem hingga ke pondasi bawahnya supaya lebih kuat menghadapi curah hujan tinggi,” imbuh Syamsul.

Selain tanggul jebol, genangan di beberapa wilayah Surabaya juga disebabkan oleh tumpukan sampah yang menghambat kinerja pompa air.

“Semua rumah pompa sudah diaktifkan, tetapi tumpukan sampah sekitar 50-60 cm di sekitar saluran pompa mengganggu kinerja alat. Akibatnya, terjadi genangan di pusat kota seperti Jalan Imam Bonjol dan Ciliwung. Pompa di Dinoyo dan Darmo tetap beroperasi maksimal untuk menangani ini,” ungkapnya.

Sampah-sampah tersebut langsung dibersihkan agar pompa air dapat bekerja optimal. Dengan langkah ini, genangan air di pusat kota dapat surut dalam waktu 15-30 menit setelah hujan berhenti.

Syamsul memastikan bahwa penanganan genangan dan banjir tetap berlanjut meski hujan telah reda. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), elevasi air harus mencapai nol untuk mencegah genangan susulan.

“Sebanyak 77 rumah pompa aktif menangani genangan dan banjir hari ini. Meski hujan telah berhenti, air tetap kami habiskan sampai elevasi nol agar tidak menumpuk di saluran,” tutupnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.